Kemudian pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo mencalonkan Budi Gunawan menjadi calon tunggal Kapolri.
Tetapi saat pencalonannya teesebut mendapatkan tantangan hukum yang cukup berat dan signifikan.
Baca Juga: Respons Positif Masyarakat pada Susunan Kabinet Prabowo-Gibran dari Karyawan hingga Ibu Rumah Tangga
Ia harus menghadapi tuduhan kepemilikan "rekening gendut" hingga dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Walaupun begitu, Budi Gunawan akhirnya mampu memenangkan sidang praperadilan dan membuktikan bawah dirinya tidak bersalah.
Akhirnya Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelejen Negara pada 9 September 2016.
Hal tersebut menjadikan Gunawan sebagai perwira polisi kedua yang menduduki jabatan itu, setelah Jenderal Polisi Sutanto.
Beberapa kontribusi yang ditorehkan oleh Budi Gunawan selama menjabat sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), diantaranya adalah sebagai berikut :
- Modernisasi dan Transformasi BIN
- Menggalang Persatuan dan Memberdayakan Pemuda: Asrama Mahasiswa Nusantara dan Papua Youth Creative Hub
- Pelayanan Publik, Publikasi, dan Pengaruh terhadap Wacana Publik
- E-Sports dan Pengakuan Publik
Baca Juga: Calon Anggota Kabinet Baru Dikumpulkan, Prabowo Berikan Arahan dan Pembekalan
Demikianlah perjalanan karir Budi Gunawan yang kini sudah menjadi mantan Kepala BIN beserta kontribusinya selama masih menjabat.***
Artikel Terkait
Tunjukkan Kontinuitas Program Jokowi, Inilah Sejumlah Menteri Lama yang Kembali Masuk Kabinet Prabowo Subianto
Inilah Profil Hanif Faisol Nurofiq, Sosok yang Digadang-gadang Menjadi Menteri LHK di Kabinet Prabowo Gibran
Yakin Gak Cawe-Cawe? Belasan Menteri Jokowi Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Presiden Sebut sebagai Bentuk Keberlanjutan
Inilah Profil dari Stella Christie Sosok Profesor Tsinghua University yang Bakal Jadi Calon Anggota Kabinet Prabowo Subianto
Said Didu Soroti Tokoh-Tokoh yang Dipanggil Prabowo hingga Tanyakan Komitmen: Masih Akan Kejar Karuptor Sampai Antartika?
Bocoran Terbaru Menteri Prabowo dari Hashim Djohohadikusumo, Ada Nama Politikus dari Gerindra dan Gelora