Kamis, 4 Juni 2026

Ada Dajjal di Kafe Markobar, Gibran Bisa Terancam Impeachment?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 September 2024 | 06:30 WIB
Kafe bergambar dajjal milik Gibran kembali jadi sorotan. (Kolase X @Kopipait__78)
Kafe bergambar dajjal milik Gibran kembali jadi sorotan. (Kolase X @Kopipait__78)

Bahkan, muncul wacana impeachment atau pemakzulan Gibran dari kursi wapres jika terbukti ia telah melakukan banyak kesalahan.

Baca Juga: Persis Cara Gibran? Kaesang Pangarep Blusukan Pakai Kaos Bertuliskan Anak Mulyono, Netizen: Besok Adik Fufufafa...

Pakar Hukum dan Tata Negara, Refly Harun kembali mengomentari terkait kemungkinan pemberhentian Gibran.

Ia menyampaikan hal itu usai mengomentari pemberitaan tentang Kafe Dajjal Gibran yang kembali mencuat di medsos.

Menurutnya, ada peluang untuk melakukan itu dari sisi hukum, tetapi ia tidak tahu dari sisi politik.

Baca Juga: Fedi Nuril Protes Dibilang Gak Sopan ke Jokowi Padahal Kaesang Akui Dirinya 'Putra Mulyono', Netizen: Harusnya Adik Fufufafa

"Ada dari sisi hukum. Tapi kalau dari sisi politik, I don't know exactly," kata Refly, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Refly Harun, 27 September 2024.

Ia lalu memaparkan tentang peluang pembatalan pelatikan Gibran berdasarkan Pasal 169 j UU 7 Tahun 2017.

"Kalau dari sisi hukum, saya mengatakan Pasal 169 huruf j, UU 7 2017 bisa dipakai untuk membatalkan pelantikan Gibran karena Gibran sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai cawapres," lanjutnya.

Baca Juga: Trending Nomor 2 di X, Tagar Gibran Kaesang Tidak Jujur Diangkat Publik atas Diubahnya Data Akun Fufufafa

Pria berusia 54 tahun itu juga mengungkap bahwa UU Pemilu masih berlaku sampai hari pelantikan.

Sehingga, tergantung pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) apakah akan berani mengambil langkah administratif.

Jika tidak berani, yang terjadi bisa saja adalah pendekatan politik, yakni melalui MPR.

Baca Juga: Menkominfo Budi Arie Ogah Komentari Soal Fufufafa malah Pamer Keberhasilan Jokowi, Ekspresi Wartawan Bikin Salfok Netizen: Ngetawain Apa sih?

"Jadi, kalau mau secara administratif KPU berani, ya KPU maju. Kalau tidak berani, maka yang maju Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jadi, pendekatannya pendekatan politik, sudah bukan pendekatan administratif," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X