Kamis, 4 Juni 2026

Kontroversial! Abah Aos Pernah Sebut Anies Baswedan Sebagai Imam Mahdi dalam Ceramahnya Menjelang Pilpres

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 September 2024 | 17:12 WIB
Kontroversi ceramah Abah Aos, sebut Anies Baswedan Imam Mahdi  (instagam/@abahaos38)
Kontroversi ceramah Abah Aos, sebut Anies Baswedan Imam Mahdi (instagam/@abahaos38)

SketsaNusantara.id- Abah Aos, seorang ulama yang dikenal luas, pernah mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan dan kontroversial.

Ia menyamakan Anies Baswedan dengan Imam Mahdi, sosok yang sangat dinantikan dalam ajaran Islam, pernyataan viral ini dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @trisnawan_82.

Video tersebut menampilkan Abah Aos yang mengaitkan Anies dengan Imam Mahdi, sebuah klaim yang langsung menarik perhatian publik.

Baca Juga: Heboh! Calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil Disorak Jamaah Saat Haul Mbah Priok, Geram Karena Apa?

Video lain yang beredar menunjukkan dukungan kuat dari Abah Aos untuk Anies Baswedan menjelang Pilpres kemarin.

Dalam ceramahnya, Abah Aos menegaskan bahwa tidak memilih Anies dalam pemilihan ini dianggap haram.

Terlebih, menyamakan mereka yang menolak dukungannya dengan Dajjal, yang dalam konteks agama Islam merupakan musuh besar umat Islam.

Baca Juga: KPU Jember Pastikan Berkas Verifikasi Paslon Terpenuhi, Komisioner Divisi Teknis: Masa Perbaikan Sampai 6 September 2024

Pernyataan ini menimbulkan perdebatan sengit di masyarakat, khususnya terkait dengan implikasi religius yang dihasilkannya.

Menanggapi pernyataan tersebut, KH Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Da'wah, memberikan tanggapan kritis.

Cholil mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ceramah Abah Aos dapat memperkeruh suasana pemilu.

Baca Juga: Terungkap Faktanya! Banjir Kode Baik dari Keluarga, Benarkah Al Ghazali dan Alyssa Daguise Akan Segera Menikah?

Ia mengkritik penggunaan agama sebagai alat untuk merendahkan lawan politik dan menyebut tindakan tersebut sebagai tidak etis.

Cholil menyerukan agar pemilu dilakukan dengan cara yang lebih beradab dan objektif, tanpa melibatkan unsur agama untuk kepentingan politik.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: TikTok @trisnawan_82

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X