Kamis, 4 Juni 2026

Akhirnya Buka Suara, Presiden Jokowi Minta Demonstran Kawal Putusan MK yang Ditahan Polisi Segera Dibebaskan, Beri Pesan Ini untuk DPR RI

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 28 Agustus 2024 | 06:46 WIB
Potret Jokowi memberikan tanggapan soal Demo Kawal Putusan MK yang chaos di beberapa wilayah. (YouTube Sekretariat Presiden.)
Potret Jokowi memberikan tanggapan soal Demo Kawal Putusan MK yang chaos di beberapa wilayah. (YouTube Sekretariat Presiden.)

 

SketsaNusantara.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara menanggapi aksi demo yang terjadi belakangan ini.

Demo Darurat Demokrasi Indonesia meletus pada hari Kamis, 22 Agustus 2024 usai Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menganulir Putusan MK (Mahkamah Konstitusi).

Rencana Baleg DPR RI untuk merevisi Undang-Undang terkait Pilkada 2024 makin membuat masyarakat panas, karena dinilai merusak demokrasi di Tanah Air.

Baca Juga: Profil Slamet Warsito, Bakal Calon Bupati Pati pada Pilkada 2024 yang Jadi Sorotan karena Pamer Saldo Rekening 200 Miliar

Ribuan mahasiswa dan aktivis kompak turun ke jalan menuju ke Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa memprotes anggota dewan yang tak bisa menjadi wakil rakyat.

Sejak aksi Demo Darurat Indonesia terjadi pada hari Kamis, 22 Agustus 2024,  belum ada tanggapan apapun dari Presiden Jokowi.

Terlebih, aksi demo di Jakarta dan beberapa daerah lainnya sempat chaos atau berakhir ricuh.

Baca Juga: Fedi Nuril Dibikin Ngakak Netizen Usai Sentil Jokowi Soal Demo Semarang, Warganet: Salah Mention Kali Mas...

Para demonstran mendapat perlakuan represif dari aparat keamanan, bahkan beberapa di antaranya ditangkap dan ditahan polisi usai mendapat tindakan kekerasan.

Hal ini sangat disayangkan banyak pihak, mengingat Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Setiap warga negara berhak menyalurkan aspirasi untuk mengkritik pemerintah.

Masyarakat makin geram ketika beredar kabar aksi demo di Semarang, Jawa Tengah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari aparat kepolisian.

Baca Juga: Profil Yovinus Solo, Tersangka Dugaan Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang yang Dilantik jadi Anggota DPRD Kabupaten Sikka NTT

Banyak video beredar yang menunjukkan kekerasan aparat kepolisian terhadap demonstran. Tindakan polisi yang menembakkan gas air mata pun membawa dampak bagi warga hingga anak-anak dan wanita ikut jadi korban.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X