SketsaNusantara.id - Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2024, KPU Magetan mengambil langkah strategis dengan merangkul peran guru dalam pendidikan politik.
Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi pendidikan Pemilih yang melibatkan para guru di Aula Jalak Lawu KPU Magetan pada Selasa, 13 Agustus.
Pendidikan politik di sekolah memainkan peran krusial dalam membentuk warga negara yang tidak hanya paham akan hak dan kewajibannya, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Rhichy Kurnia Putra, anggota KPU Magetan, menegaskan bahwa guru sebagai pengajar memiliki tanggung jawab besar dalam mengajarkan materi politik kepada siswa.
“Peran guru tidak hanya sekadar menyampaikan pengetahuan dasar, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis, mendorong partisipasi aktif, dan menanamkan nilai-nilai demokrasi,” jelas Rhichy, yang juga merupakan alumni Universitas Jember.
Rhichy menambahkan bahwa partisipasi guru dalam pendidikan politik merupakan salah satu indikator penting bagi keberhasilan pemilihan.
Baca Juga: Jumlah Pemilih di Kabupaten Sidoarjo Turun, Bawaslu Temukan Banyak Pemilih Tak Memenuhi Syarat
Tingkat partisipasi yang tinggi dari guru akan memperkuat legitimasi pemilihan, sekaligus menjadi cerminan dari pengakuan terhadap penyelenggara dan kontestan pemilihan.
Partisipasi ini, menurutnya, bukan hanya soal teknis mengajar, tetapi juga menyangkut penanaman kesadaran politik yang mendalam pada generasi muda.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan partisipasi pemilih, KPU Magetan berencana melakukan roadshow ke berbagai sekolah.
Langkah ini bertujuan untuk mensosialisasikan tahapan Pilkada Serentak 2024, sekaligus memastikan bahwa para siswa, sebagai calon pemilih, memiliki pemahaman yang komprehensif tentang proses pemilihan dan pentingnya peran mereka dalam menentukan masa depan bangsa.
Inisiatif ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kritis dan partisipatif dalam kehidupan demokrasi.
Artikel Terkait
Siapkan Agenda Bulan Depan, Bawaslu Surabaya Lakukan Pengawasan Penetapan DPS
Temukan 22.735 Pemilih Satu KK Beda TPS, Bawaslu Sidoarjo Segera Minta KPU Tindaklanjuti
Bawaslu Sidoarjo Siapkan Jajaran Badan Ad-hoc untuk Lakukan Pengawasan Melekat Tahapan Pleno DPHP
Gus Jaddin dan Arismaya Parahita Bakal Calon Perseorangan Ajukan Sengketa, Bawaslu Jember Lakukan Sidang Terbuka
Bawaslu Kota Malang Gelar Exit Meeting dengan BPKP Jatim, Pantau Penggunaan Anggaran Selama Proses Pemilu
Bawaslu Kota Malang Petakan Potensi Konflik dan Kerawanan Pilkada 2024, M. Arifudin: Ada 5 Titik Rawan Konflik