Kamis, 4 Juni 2026

Jumlah Pemilih di Kabupaten Sidoarjo Turun, Bawaslu Temukan Banyak Pemilih Tak Memenuhi Syarat

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 10:45 WIB
Proses rekapitulasi DPHP tingkat kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.)
Proses rekapitulasi DPHP tingkat kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.)

SketsaNusantara.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo, mencatat ada pengurangan jumlah pemilih pada Pilkada 2024 ini.

Total pemilih yang telah direkapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) tingkat kecamatan sudah dilakukan oleh Pantarlih selama 1 bulan lalu.  

Koordinator Divisi Pengawasan, Parmas dan Humas Bawaslu Sidoarjo, Agisma Dyah Fastari mengatakan, proses pengawasan secara melekat dilakukan kepada jajaran PPK dan PPS di lapangan.

Baca Juga: Kasus Kekerasan pada Anak Terjadi Lagi! Balita di Bima NTB Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Pengasuhnya Sendiri, Netizen Soroti Orang Tua Korban

"Kondisi ini untuk memastikan agar proses rekapitulasi penyusunan DPHP berjalan dengan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu, 10 Agustus 2024.

Hasil rekapitulasi tersebut diketahui bahwa jumlah pemilih di Pilkada 2024 ini mengalami penurunan, dari jumlah 1.489.772 kini menjadi 1.481.345 pemilih.

"Totalnya ini mengalami penurunan karena adanya pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 158.786 pemilih,” imbuhnya.

Baca Juga: Detik-Detik Polisi Pecahkan Kaca Mobil yang Berhenti Dadakan di Tol Kuningan Jakarta, Selamatkan Pengemudi Terkena Serangan Jantung

Sementara, untuk pemilih baru juga ada penambahan sebanyak 150.359 yang mana ini sebagian besar dari hasil data pemilih yang TMS.

"Jumlah pemilih baru ini sangat banyak ya, karena ada pemilih yang TMS karena tidak sesuai dengan lokasi TPS-nya kemudian dikeluarkan lalu dipindah ke TPS asalnya, sehingga ini masuk dalam data pemilih baru,” ungkapnya.

Agisma menambahkan, banyaknya pengurangan pemilih di hasil rekap DPHP ini dikarenakan beberapa faktor, salah satunya pemilih sudah meninggal.

Baca Juga: Kado Kemerdekaan! Presiden Joko Widodo Apresiasi Perolehan Medali Emas Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah

"Ada pemilih yang meninggal dan belum dilaporkan, kemudian ada pemilih ganda, pindah domisili, berstatus TNI/Polri, salah penempatan TPS,” tegasnya.

Untuk penyumbang paling banyak dikarenakan adanya penempatan TPS yang tidak sesuai, sehingga menyebabkan jumlah pemilih baru cukup banyak.***

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X