Kamis, 4 Juni 2026

Maksimalkan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Pemkab Jombang Raih Penghargaan UHC Awars 2024 Kategori Pratama

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 17:58 WIB
Pj. Bupati Jombang Teguh Narutomo menunjukkan penghargaan UHC didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Hexawan Tjahja Widada (kanan) dan Kepala BPJS Kesehatan Jombang Lilik Herawati. (Doc. Humas Pemkab Jember)
Pj. Bupati Jombang Teguh Narutomo menunjukkan penghargaan UHC didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Hexawan Tjahja Widada (kanan) dan Kepala BPJS Kesehatan Jombang Lilik Herawati. (Doc. Humas Pemkab Jember)

SketsaNusantara.id - Pemkab Jombang berhasil meraih prestasi di bidang kesehatan. Penghargaan tersebut Yakni UHC (Universal Health Coverage) kategori Pratama.

Penghargaan diterima Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo dalam acara UHC Awards 2024, di Krakatau Grand Ballroom TMII Jakarta, Kamis 8 Agustus 2024.

Ikut mendampingi, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada dan Kepala BPJS Kesehatan Lilik Herawati.

Baca Juga: Unik dan Kreatif! Panwascam Tegalombo Pacitan Gaungkan Kepedulian terhadap Pemilih Rentan Pilkada 2024 dalam Gerak Jalan Jenaka 

“Ada lima kategori penilaian yang telah dilakukan BPJS Kesehatan. Sementara, Pemkab Jombang menerima Penghargaan tersebut karena jumlah masyarakat Jombang 97,85 persen menjadi peserta BPJS Kesehatan,” tutur Teguh melalui dr. Hexawan dikonfirmasi SketsaNusantara.id.

Dia menjelaskan, dari jumlah tersebut tingkat keaktifannya sebanyak 70 persen.

“Regulasi pendukungnya 100 persen dan tidak ada tunggakan iuran sepanjang 2023 atau terbayar 100 persen,” ungkapnya.

Baca Juga: Faperta UNEJ Ciptakan Sabun Moringa, Bebas Deterjen untuk Menjaga Kelembaban Kulit, Cocok untuk Masyarakat Pesisir 

“Jika mendapatkan lebih dari 80 persen mungkin bisa dapat Madya atau Utama. Ada penyebabnya tidal semua peseta aktif. Misal ikut umum atau pindah kerja dan lainnya,” tambahnya.

Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan prestasi UHC. Salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemanfaatan BPJS secara masif.

“Biasanya masyarakat kita baru mengurus BPJS ketika sudah kepepet, ini yang perlu kita pahamkan,” jelasnya.

Rencananya, sosialisasi bakal dilakukan di sejumlah fasilitas Kesehatan, utamanya puskesmas-puskesmas.

Baca Juga: Lakukan Pengawasan Melekat, Bawaslu Sidoarjo Sebut Ada Penambahan dan Pengurangan TPS di Pilkada Serentak 2024

“Menyadarkan masyarakat tentang asuransi kesehatan yang sifatnya gotong royong,” ujar dia.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X