SketsaNusantara.id - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meminta kepada seluruh anggota Banser di seluruh Indonesia untuk menahan diri.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin apel akbar ratusan kader Banser di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Senin 5 Agustus 2024.
Ratusan kader Banser menemui Gus Yahya dan meminta perintah dari PBNU, sebagai buntut dari gejolak yang terjadi belakangan hari, khususnya saat demonstasi sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur.
Dalam apel tersebut, Gus Yahya mengingatkan kepada para anggota Banser bahwa mereka bukanlah gerombolan.
"Saya harus ingatkan. Bahwa kalian adalah kader, kalian adalah pasukan kader-kader. Kalian bukan gerombolan," tegas Gus Yahya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya meminta kepada seluruh kader Banser untuk disiplin dan tidak bergerak sendiri-sendiri.
Ia juga akan meminta arahan dan kebijakan dari para kyai, terutama Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Aksi demonstrasi yang dilakukan massa pada Jumat lalu dinilai sebagian pihak telah merusak marwah NU.
Menurut keterangan Ketum GP Ansor Addin Jauharuddin, aksi demo tersebut cukup yag terakhir.
"Kemarin cukup yang terakhir, kita jaga marwah NU," ujar Addin kepada awak media.
Menurutnya, demonstrasi tersebut telah melanggar etika dan melewati batas.
Artikel Terkait
Haram Jadi Halal, Masyarakat Pertanyakan Keputusan PBNU Terima Konsesi Tambang yang Sempat Diharamkan Pada Tahun 2015
Ketua PBNU Sesalkan 5 Tokoh Nahdlatul Ulama Bertemu dengan Presiden Israel, Savic Ali: Tidak Atas Nama Organisasi
Aksi 5 Warga NU Temui Presiden Israel Panen Hujatan, Netizen Ungkit Kunjungan Ketum PBNU dan Gus Dur
PBNU Keluarkan Larangan bagi Anggotanya Mengutip Iuran untuk Kegiatan Organisasi, Gus Yahya: Harus Dikembalikan ke Warga
Di Balik Pro Kontra Konsesi untuk Ormas Keagamaan, LPPNU dan LPNU Kabupaten Gresik Sambut Baik Keputusan PBNU Kelola Tambang