Kamis, 4 Juni 2026

Buntut Demo di PBNU, Gus Yahya Meminta Banser agar Menahan Diri: Kalian Bukan Gerombolan!

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 06:15 WIB
Kader banser saat di kantor PBNU, Senin 5 Agustus 2024. (Instagram.com/yahyacholilstaquf)
Kader banser saat di kantor PBNU, Senin 5 Agustus 2024. (Instagram.com/yahyacholilstaquf)

SketsaNusantara.id - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meminta kepada seluruh anggota Banser di seluruh Indonesia untuk menahan diri.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin apel akbar ratusan kader Banser di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Senin 5 Agustus 2024.

Ratusan kader Banser menemui Gus Yahya dan meminta perintah dari PBNU, sebagai buntut dari gejolak yang terjadi belakangan hari, khususnya saat demonstasi sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur.

Baca Juga: Cak Imin Dilaporkan ke MKD Buntut Bawa Istri Ikut Timwas Haji DPR, Ada Kaitan dengan Konflik PKB-PBNU?

Dalam apel tersebut, Gus Yahya mengingatkan kepada para anggota Banser bahwa mereka bukanlah gerombolan.

"Saya harus ingatkan. Bahwa kalian adalah kader, kalian adalah pasukan kader-kader. Kalian bukan gerombolan," tegas Gus Yahya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya meminta kepada seluruh kader Banser untuk disiplin dan tidak bergerak sendiri-sendiri.

Baca Juga: 5 Poin Klarifikasi PCNU Kabupaten Indramayu, Buntut Massa Aliansi Santri Gus Dur Geruduk Kantor PBNU Jakarta

Ia juga akan meminta arahan dan kebijakan dari para kyai, terutama Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Aksi demonstrasi yang dilakukan massa pada Jumat lalu dinilai sebagian pihak telah merusak marwah NU.

Menurut keterangan Ketum GP Ansor Addin Jauharuddin, aksi demo tersebut cukup yag terakhir.

Baca Juga: Aliansi Santri Gus Dur Gelar Demo di Kantor PBNU dan Siapkan 5 Tuntutan, Buntut Drama Ketum PBNU, PKB dan Menag?

"Kemarin cukup yang terakhir, kita jaga marwah NU," ujar Addin kepada awak media.

Menurutnya, demonstrasi tersebut telah melanggar etika dan melewati batas.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X