Kamis, 4 Juni 2026

Hacker Kembali Beraksi Serang Pusat Data Nasional, Minta Tebusan 131 Miliar! Ada Indikasi Diblokirnya Situs Taruhan Online?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 25 Juni 2024 | 14:35 WIB
Hacker PDN beraksi  (Endang Hartatik )
Hacker PDN beraksi (Endang Hartatik )

SketsaNusantara.id - Pusat Data Nasional (PDN) milik Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia telah menjadi sasaran serangan ransomware dari kelompok peretas yang belum diidentifikasi. 

Insiden ini mengakibatkan gangguan pada sistem PDN yang menyimpan data penting pemerintah.

Kelompok peretas menuntut tebusan sebesar 131 miliar rupiah (sekitar $8 juta) untuk membuka kunci enkripsi dan mengembalikan akses ke data tersebut.

Baca Juga: Huru-Hara di Balik Pemenang Sayembara Desain Logo HUT RI ke-79, Inggrid Wenas Dianggap Pakai Orang Dalam, Benarkah?

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, Kepala BSSN (Badan Siber Sandi Negara) Hinsa Hasibuan mengatakan bahwa serangan siber ini dilakukan dengan menyebarkan ransomware jenis baru yang disebut "Brain Cipher Ransomware".

Sementara Ransomware ini merupakan pengembangan dari Ransomware Lockbit 3.0 yang saat ini sedang dikembangkan.

Serangan ransomware ini telah mengganggu operasi normal PDN yang menyimpan data penting pemerintah dan masyarakat.

Untuk itu saat ini pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) beserta Badan Intelijen Negara (BIN) telah dilibatkan untuk mengatasi insiden ini dan mengamankan infrastruktur siber nasional.

Baca Juga: Terungkap, Inilah Detail dan Makna Logo HUT RI ke-79 yang Resmi Dirilis Menyambut Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

Ada dugaan bahwa serangan hacker ini merupakan buntut dari di blokirnnya beberapa situs taruhan online oleh pemerintah.

Untuk itu pemerintah juga menganjurkan dan meminta kepada masyarakat agar mengamankan data masing-masing agar bisa terjaga.

Sementara itu terkait tuntutan hacker yang meminta tebusan hingga Rp 131 Miliar, ditegaskan oleh Kepala BSSN bahwa pemerintah tak akan memenuhi permintaan itu.

Justru saat ini sedang bekerja keras bersama instansi terkait untuk memulihkan PDN yang sempat tak bisa di akses.

Beberapa pengamat mendesak pemerintah agar tidak membayar tebusan kepada peretas agar tidak memicu serangan lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X