Kamis, 4 Juni 2026

Lagi! DKI Jakarta Menduduki Peringkat 3 Dengan Kualitas Udara Terburuk Sedunia, Komentar PJ Gubernur Diserbu Netizen

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Kamis, 20 Juni 2024 | 17:30 WIB
Ilustrasi DKI Jakarta kembali memiliki kualitas udara paling buruk (Freepik/teksomolika)
Ilustrasi DKI Jakarta kembali memiliki kualitas udara paling buruk (Freepik/teksomolika)

SketsaNusantara.id- Kualitas udara di DKI Jakarta kembali dinilai buruk. PJ Gubernur DKI Jakarta pun memberikan komentar yang menjadi sorotan netizen.

DKI Jakarta sebelumnya menjadi wilayah yang memiliki kualitas udara buruk. Namun pada kesempatan ini kembali mendapatkan penilaian serupa.

Hal ini ditayangkan dalam sebuah akun Instagram @jktnewss yang turut menunjukkan komentar PJ Gubernur DKI Jakarta, Drs. Heru Budi Hartono, M. M, pada 20 Juni 2024.

Baca Juga: Digadang-gadang Masuk Bursa Pilkada DKI Jakarta, Inilah Gurita Bisnis Kaesang Pangarep Sebelum Terjun ke Dunia Politik

Heru mengatakan bahwa kualitas udara yang buruk ini tidak hanya terjadi di Jakarta, pada 19 Juni 2024. Ia mengungkapkan bahwa hal ini terjadi di seluruh dunia.

Setelah menyatakan hal demikian, sontak beberapa netizen turut turun tangan atas ungkapan dari PJ Gubernur DKI Jakarta.

"Bukan begitu dong jawabannya malih, semua orang juga tau polusi itu menimpa satu dunia, tapi kasih solusi yang memberikan hasil positif dong, bukannya malah memaklumi, menyiapkan langkah cuma daur ulang langkah-langkah yang dulu udah di terapin buat apa?," tulis @mr.i.dho.

Baca Juga: Viral! Ibu Lansia Diduga Jalan Kaki Dari Jakarta Ke Banyuwangi Hingga Mendarat di Jember, Komen Netizen di Luar Dugaan

"Semua dunia polusi, emang lu udah keliling dunia sampai membuat statement begitu, kasih solusi menyiapkan langkah-langkah untuk mengurangi polusi udara," tambah @rell_04__.

Netizen yang heboh atas komentar PJ Gubernur DKI Jakarta itu menilai bahwa tanggapan Heru begitu kontroversial.

Di sisi lain, Heru mengaku bahwa dirinya telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi hal tersebut.

Baca Juga: ‘Dijodohkan’ dengan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024, Kaesang Malu-Malu Mau, Netizen: Perubahan Tak Lagi Relevan

Solusi yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara oleh Pemprov DKI Jakarta adalah dengan menekan angka polutan.

Dikatakan oleh Heru bahwa DKI Jakarta sebenarnya ada watermist. Dari sana dilakukan pembatasan kendaraan dan uji emisi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X