SketsaNusantara.id - Media sosial baru-baru ini tengah dihebohkan dengan beredarnya video aksi perundungan atau bullying yang terjadi di salah satu SMP di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam video yang akun Twitter @txtviral, tampak salah seorang siswa SMP yang mengenakan seragam berwarna biru terlihat duduk jongkok, sementara teman-teman di sekitarnya terlihat memukul dan menendangnya.
Menilik video yang beredar, ternyata siswa tersebut merupakan siswa disabilitas. Siswa tersebut memiliki keterbatasan fisik yang tinggi badannya lebih oendek dari rata-rata tinggi badan anak seusianya.
Baca Juga: Forum Gas 2024 Digelar SKK Migas, Penyerapan Gas Bumi Dioptimalkan untuk Jabar, Jateng, dan Jatim
"Seorang siswa SMP di Makassar di-bully dan dianiaya oleh teman dan kakak kelasnya karena keterbatasan fisik. Tak hanya itu, siswa tersebut bahkan selalu dihina di sekolah," ungkap akun Twitter @txtviral pada postingan yang diunggah pada hari Jumat, 14 Juni 2024.
Video tersebut sontak mencuri perhatian netizen dan ramai diperbincangkan hingga akhirnya viral di media sosial yang ditonton lebih daru 445 ribu kali di Twitter.
Tak sedikit warganet yang merasa tak tega melihat siswa disabilitas menjadi korban bullying.
Baca Juga: Rayakan Disney Summer Fest 2024, Nikmati Layanan Free Shuttle Bus ke 3 Mal Besar Surabaya!
Beberapa diantaranya kesal dan geram dengan pelaku perundungan dan berharap pihak sekolah bisa memberikan tindakan tegas atas perbuatan kejam mereka.
Video viral ini pun mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. Pihaknya menyebut kasus perundungan ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Makassar dan kini sedang ditangani oleh pihak sekolah.
Muhyiddin Mustakim selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar menjelaskan bahwa aksi perundungan tersebut terjadi di SMPN 4 Kota Makassar pada bulan Mei 2024 lalu.
Baca Juga: Bikin Resah! Muncul Buaya Muara di Sungai Santer Kecamatan Kencong Jember, Masyarakat Takut Diterkam
"Kasus perundungan ini sudah dari satu bulan lalu, bukan baru-baru ini dan keluarga sudah lapor ke Polrestabes Makassar," ungkap Muhyiddin.
Muhyiddin juga telah meminta keterangan dari pihak SMPN 4 Makassar. Pihak sekolah menyebut aksi perundungan yang terekam di video bukan penganiayaan dan dilakukan dengan dalih cuma bercandaan saja.
"Menurut keterangan pihak sekolah, anaknya gak sampai dianiaya, katanya cuma bercandaan saat bermain dan yang beredar itu video pendek, jadi belum tahu apa yang terjadi setelahnya," tutur Muhyiddin.
Artikel Terkait
‘Dijodohkan’ dengan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024, Kaesang Malu-Malu Mau, Netizen: Perubahan Tak Lagi Relevan
Gibran Minta Maaf terkait Pembagian Buku Tulis Bergambar Jan Ethes, Putra Jokowi: Sudah Ada 4 Tahun Terakhir
Cetak Rekor Terbesar, Sapi Kurban Prabowo Subianto Capai 1,3 Ton! Warnanya Hitam Pekat Bikin Merinding
Haram Jadi Halal, Masyarakat Pertanyakan Keputusan PBNU Terima Konsesi Tambang yang Sempat Diharamkan Pada Tahun 2015
SUKOLILO PRIDE, Nama-Nama Google Maps di Pati Diubah jadi Sarang Maling hingga Kampung Penadah