Minggu, 19 Juli 2026

Penasaran Gak Sih? Gak Nyangka, Ini Alasan Warga Sunda Jatuh Cinta Sama Kuliner Gurih dan Pedas

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Jumat, 14 Juni 2024 | 19:00 WIB
Inilah alasan warga Sunda menyukai berbagai macam kuliner dengan cita rasa gurih dan pedas.  (Freepik/ timolina)
Inilah alasan warga Sunda menyukai berbagai macam kuliner dengan cita rasa gurih dan pedas. (Freepik/ timolina)

SketsaNusantara.id - Siapa yang tak mengenal masakan Sunda?. Salah satu kekayaan kuliner khas tanah Jawa ini memang memiliki daya tarik tersendiri.

Kuliner khas Sunda ini merupakan sebuah makanan yang berasal dari Jawa Barat. Biasanya terkenal dengan perpaduan rasa gurih dan pedas.

Lantas, bagaimana bisa masakan Sunda memiliki dua rasa yang khas seperti gurih dan pedas sebagai sajian utama?.

Baca Juga: Inilah Fakta Unik dan Menarik dari Suku Sunda Yang Wajib Kamu Ketahui, Nomor 4 Jadi Rahasia Cantik Para Mojang

Melansir dari YouTube Hifahafa TV, ada berbagai macam kuliner khas Sunda yang dijamin menggugah selera.

Seperti nasi liwet, nasi timbel, lalapan, tumis genjer oncom, karedok, dan masih banyak lagi makanan khas Sunda.

Deretan kuliner di atas dominan memiliki rasa gurih dan pedas. Meski masuk dalam kuliner tradisional, namun makanan di atas masih memiliki daya tarik.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Paling Populer dan Hits di Sukabumi Jawa Barat, Dapatkan Pengalaman Liburan yang Menyenangkan

Rupanya bukan tanpa alasan bahwa warga Sunda memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan gurih dan pedas.

Hal ini juga berdasarkan dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas pada tahun 2018.

Dikatakan dalam data tersebut bahwa warga Jawa Barat atau Sunda memiliki kebiasaan menyantap makanan asin atau gurih tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Nyaris Punah Ditelan Zaman, Beginilah Ritual Tradisional Jawa Menjaga dan Merawat Bumi

Dalam data tersebut tercatat bahwa sebanyak 54,1 % warga Sunda mengonsumsi lebih dari satu kali sehari makanan gurih.

Tak hanya itu, pendamping makanan gurih kerap menjadi satu dengan pedas. Ternyata hal ini ada kaitannya dengan alam sekitar.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X