SketsaNusantara.id - Siapa yang tak mengenal masakan Sunda?. Salah satu kekayaan kuliner khas tanah Jawa ini memang memiliki daya tarik tersendiri.
Kuliner khas Sunda ini merupakan sebuah makanan yang berasal dari Jawa Barat. Biasanya terkenal dengan perpaduan rasa gurih dan pedas.
Lantas, bagaimana bisa masakan Sunda memiliki dua rasa yang khas seperti gurih dan pedas sebagai sajian utama?.
Melansir dari YouTube Hifahafa TV, ada berbagai macam kuliner khas Sunda yang dijamin menggugah selera.
Seperti nasi liwet, nasi timbel, lalapan, tumis genjer oncom, karedok, dan masih banyak lagi makanan khas Sunda.
Deretan kuliner di atas dominan memiliki rasa gurih dan pedas. Meski masuk dalam kuliner tradisional, namun makanan di atas masih memiliki daya tarik.
Rupanya bukan tanpa alasan bahwa warga Sunda memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan gurih dan pedas.
Hal ini juga berdasarkan dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas pada tahun 2018.
Dikatakan dalam data tersebut bahwa warga Jawa Barat atau Sunda memiliki kebiasaan menyantap makanan asin atau gurih tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: Nyaris Punah Ditelan Zaman, Beginilah Ritual Tradisional Jawa Menjaga dan Merawat Bumi
Dalam data tersebut tercatat bahwa sebanyak 54,1 % warga Sunda mengonsumsi lebih dari satu kali sehari makanan gurih.
Tak hanya itu, pendamping makanan gurih kerap menjadi satu dengan pedas. Ternyata hal ini ada kaitannya dengan alam sekitar.
Artikel Terkait
Hobi Wisata? Inilah 3 Rekomendasi Destinasi Wisata Seru di Magetan Jawa Timur, Bikin Liburan Jadi Menyenangkan
Dulu Gelar Stasiun Kereta Api Paling Selatan di Benua Asia, Stasiun ini Sekarang Jadi Tempat Wisata Paling Unik di Jawa Timur
Orang Jawa Bikin Kesal? Inilah Fakta Unik dan Menarik dari Suku Jawa yang Ada di Nusantara
Dirgahayu Kabupaten Ciamis ke-382, Ini 8 Twibbon Hari Jadi Daerah dengan Julukan Kota Manis di Jawa Barat