Hingga kini masih belum dapat dipastikan apakah seluruh tegangan batuan telah terlepaskan atau justru masih menyisakan tekanan yang terkunci pada segmen bagian selatan," lanjutnya.
"Apabila akumulasi tegangan di segmen selatan tersebut masih tersimpan, potensi kemunculan gempa susulan yang cukup kuat dapat terjadi, mengulang pola krisis seismik beruntun sebagaimana rentetan gempa Kumamoto 2016," pungkasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa bumi tektonik di Jepang tidak berdampak atau memicu tsunami di wilayah Indonesia.
Dalam keterangan resmi, diketahui pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG menyatakan wilayah Indonesia aman dan tidak berpotensi diterjang gelombang akibat gempa di Jepang.
Masyarakat di Indonesia diminta agar tetap tenang dan tidak khawatir serta tidak terpancing oleh isu yang tidak jelas kebenarannya.
Warga diimbau untuk update informasi dengan merujuk pada situs resmi atau media sosial terverifikasi milik BMKG.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Gempa Bumi Dahsyat Terjadi di Myanmar dan Thailand, Apakah Berdampak Pada Indonesia?
Trending X! Suara Gemuruh Terdengar Keras Saat Bogor Diguncang Gempa 4,1 SR yang Memicu Kerusakan Rumah Warga, Begini Penjelasan BMKG
Apa Itu Sesar Baribis? Mengenal Sesar Penyebab Gempa Bekasi 4,9 M, Terpanjang di Pulau Jawa hingga Asal Usul Namanya
Simulasi Detik-Detik Gempa 6,5 di Jember, 885 Pelajar dan Guru Evakuasi dari Gedung 3 Lantai
Sekolah Berjarak 100 Meter dari Pantai, SMPN 3 Puger Jember Latih Siswa Hadapi Gempa dan Tsunami
BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di Maluku Utara dau Sulawesi Utara Pasca Gempa 7,6 Magnitudo, Minta Warga Tenang dan Waspada