Sabtu, 18 Juli 2026

Gandeng Wamenkes, Pemkab Jember Siap Luncurkan Layanan Kesehatan Homecare

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 17 Juli 2026 | 20:14 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan penjelasan soal Home Care. (Dok Diskominfo Jember)
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan penjelasan soal Home Care. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus menaruh perhatian besar pada aksesibilitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kalangan prasejahtera.

Jika tidak ada aral melintang, Pemkab Jember dijadwalkan meresmikan program pelayanan kesehatan inovatif bernama Homecare pada 24 Juli 2026 mendatang. Peluncuran program pionir ini direncanakan turut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam pemaparan program "Pro Gus'e" pada Jumat 17 Juli 2026 Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa inovasi ini hadir sebagai solusi konkret untuk meringankan beban operasional warga.

Baca Juga: Jember Siap Gelar Rentetan Acara Spektakuler Sepanjang Juli sampai Agustus 2026

Selama ini, biaya transportasi dan akomodasi selama masa perawatan di Puskesmas atau rumah sakit kerap menjadi beban berat bagi keluarga pasien.

Melalui sistem jemput bola, para tenaga medis akan bergerak langsung mendatangi kediaman warga yang membutuhkan bantuan pengobatan.

Program ini diprioritaskan bagi klaster masyarakat yang rentan secara fisik maupun ekonomi, seperti keluarga kurang mampu, pengidap penyakit kronis, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, serta anak-anak penderita stunting di wilayah Jember.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Larang Keras Pungutan Liar Selama Masa Orientasi Sekolah

"Inisiatif ini dirancang agar warga yang mengalami kendala finansial dan keterbatasan fisik tetap bisa mendapatkan perawatan medis yang menyeluruh tanpa perlu meninggalkan rumah mereka," ujar Gus Fawait.

Fasilitas yang disediakan dalam program Homecare ini terbilang lengkap, mencakup pemeriksaan kesehatan berkala di rumah, penyaluran bantuan logistik, hingga penyediaan layanan Telemedicine Spesialistik.

"Melalui fasilitas telemedicine ini, Pemkab Jember membuka ruang konsultasi jarak jauh yang menghubungkan pasien di rumah dengan dokter umum, dokter spesialis, bahkan hingga dokter sub-spesialis," tambahnya.

Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Jember Kucurkan Rp59 Miliar untuk Beasiswa Kuliah 2026

Gus Fawait menegaskan bahwa integrasi layanan kesehatan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menekan angka kemiskinan di Jember.

Pemerintah daerah berkomitmen penuh agar tidak ada lagi masyarakat yang terhambat berobat karena kendala biaya, atau mengalami penurunan taraf ekonomi akibat beban pengobatan penyakit jangka panjang.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X