"Kita keluarga tetap kuat. Semua orang dukung Yuvita, jadi membuat kita tetep semangat terus. Ayahnya juga berharap pelaku dihukum seumur hidup, apalagi anak kami dibuat cacat seumur hidup," tuturnya.
Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta masyarakat yang turut mengawal kasus tersebut hingga pelaku berhasil ditangkap.
Dedi Mulyadi pun ikut memberikan suntikan semangat untuk Yuvita agar diberikan kekuatan. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu juga berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan memenuhi kebutuhan keluarga korban.
"Harapan korban dan keluarga korban, termasuk harapan kita semua. Fisik korban memang lemah, tapi jiwanya adalah kekuatan bagi seluruh warga bangsa di Jawa Barat dan Indonesia," tulis KDM dalam caption unggahannya.
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah keluarga speak up dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo. Kondisi Yuvita yang begitu memprihatinkan juga terungkap ke publik yang menuai simpati dari masyarakat.
Perempuan berusia 29 tahun itu mengalami luka-luka di berbagai bagian tubuh, kerusakan pada wajah, hingga kehilangan penglihatan pada salah satu matanya akibat tindakan kekerasan yang dilakukan kekasihnya sendiri.
Dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat pun memicu kemarahan publik. Di tengah tuntutan agar pelaku dihukum berat, pengakuan tersangka setelah ditangkap justru menjadi sorotan publik.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka membantah tuduhan bahwa dirinya telah menyekap Yuvita selama tiga tahun seperti yang ramai diperbincangkan.
Meski demikian, Taufik mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun terakhir. Ia juga mengklaim bahwa tindakan tersebut kerap terjadi karena kebiasaannya mengonsumsi minuman keras (miras) beralkohol yang membuatnya hilang kendali.
"Saya nggak sekap tapi memang saya akui 1,5 tahun (menganiaya korban). Saya siap bertanggungjawab, nyesel banget," ucap Taufik dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, Taufik mengaku hampir setiap hari mengonsumsi minuman keras. Kebiasaan tersebut disebut sering memicu pertengkaran dengan korban yang kemudian berujung pada tindakan penganiayaan.
Pengakuan tersebut menuai perhatian publik karena banyak pihak menilai konsumsi alkohol tidak dapat dijadikan alasan pembenar atas tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap korban.
Terlebih, kondisi Yuvita yang mengalami luka fisik serius membuat masyarakat mendesak agar kasus ini diproses secara transparan dan memberikan hukuman yang setimpal.
Artikel Terkait
Cita Citata Ungkap Rasa Kecewanya Usai Jadi Saksi dalam Kasus Dugaan Kekerasan dan Penganiayaan yang Menimpa temannya, Tegas Bilang Begini
Polisi Grebek dan Segel Daycare di Umbulharjo Yogyakarta, Dugaan Penganiayaan Anak Terungkap
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Jadi Sorotan DPR, Erin Wartia Klaim Punya Bukti CCTV dan Minta Tak Diadili Sepihak
Viral Kasus Penganiayaan di Bandung, KDM Tanggung Biaya Pengobatan Korban hingga Buka Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Pelaku yang Masih Buron
Rieke Diah Pitaloka Minta Taufik Hidayat Pelaku Kasus Penganiayaan Dihukum dengan Pasal Berlapis, Tegaskan Tak Ada Restorative Justice