Melalui aksi ini, mahasiswa ingin mengetuk kesadaran publik di pusat pusaran ekonomi bahwa ada jeritan masyarakat kelas bawah yang tercekik karena harga pangan meroket pasca kenaikan harga BBM dan pemborosan anggaran dari sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran.
"Kenapa kita mahasiswa ingin demo di Bundaran HI? Karena kita yang suatu bagian tidak terelakkan dari rakyat ingin menunjukkan bahwa kondisi Indonesia tidak baik-baik saja," ujar perwakilan BEM UI.
BEM UI memperingatkan bahwa jika pembungkaman dan kebijakan keliru yang pemerintah seperti sekarang ini terus berlanjut, maka Indonesia akan diambang 3 kebangkrutan sekaligus.
"Kita justru peduli dan cinta kepada Indonesia. Kita tidak ingin Indonesia justru berjalan bangkrut," ucap Mahasiswa BEM UI.
"Tapi, perilaku-perilaku (pemerintah anti kritik) inilah yang justru ketika tidak berubah akan membuktikan bahwa Indonesia akan bangkrut secara ekonomi, Indonesia akan bangkrut secara demokrasi, dan terakhir Indonesia akan bangkrut secara moral," tandasnya.
Mahasiswa BEM UI juga ikut memberikan pesan menohok kepada aparat kepolisian yang berjaga. Ia meminta agar polisi tidak memandang gerakan mahasiswa yang turun ke jalan dengan kacamata penuh kecurigaan, apalagi menganggap mereka sebagai musuh negara.
"Tolong jangan represif. Kami ini mahasiswa bukan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), tidak membawa senjata. Kami membawa niat untuk membawa perbaikan untuk rakyat Indonesia," ucapnya dengan nada tegas.
"Jangan menganggap kami seperti musuh, jangan menganggap kami seperti penjahat karena kita semua juga masyarakat, kami punya niat mulia untuk rakyat Indonesia," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ribuan Warga Langkat Demo Bansos Belum Merata, Gerbang Kantor Bupati Roboh, Afandin Siap Temui Menteri Sosial
5 Fakta Demo 21 April 2026 di Kantor Gubernur Kaltim, Massa Tuntut Rudy Mas’ud Mundur hingga Respons DPRD
Demo Tolak Kebijakan Gubernur Kaltim Berujung Tegang, Aksi Orator Redam Massa Jadi Viral di Media Sosial
Ratusan Karyawan Alfamart Demo ke Kantor Bupati Lombok Tengah, Khawatir Kehilangan Nafkah dan Tempat Tinggal
Viral Polisi Blokade Jalur Demo Mahasiswa UI ke Bundaran HI, Massa Diminta Pindah Lokasi Unjuk Rasa ke DPR