Meski demikian, masih terdapat sejumlah peserta yang belum dapat mengikuti ujian karena berbagai kendala, termasuk alasan kesehatan.
"Kemungkinan sekitar 16 peserta berhalangan hadir karena sakit atau alasan lain. Jumlah itu tersebar di beberapa ruangan," jelas Nawawi.
Selain fokus pada penerimaan mahasiswa baru dalam negeri, UIN KHAS Jember juga terus memperluas jejaring internasional melalui program mahasiswa asing. Saat ini kampus tersebut tercatat memiliki 17 mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan.
Mahasiswa asing tersebut berasal dari tujuh negara, di antaranya Nigeria, Thailand, Bangladesh, Malaysia, Pakistan, India, serta beberapa negara di kawasan Afrika.
Baca Juga: 37 CPNS UIN KHAS Jember Resmi Dilantik Jadi PNS, Menag Tekankan Integritas dan Nilai BerAKHLAK
Nawawi menerangkan bahwa proses penerimaan mahasiswa internasional memiliki mekanisme tersendiri yang berbeda dengan seleksi UM-PTKIN. Tahapan tersebut biasanya dilakukan setelah seluruh rangkaian seleksi nasional selesai karena membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak di luar negeri.
"Untuk calon mahasiswa luar negeri ada mekanisme penerimaan tersendiri dan biasanya dilaksanakan setelah proses UM-PTKIN selesai karena membutuhkan koordinasi antarnegara," ungkapnya.
Di sisi lain, Tim Monitoring UM-PTKIN 2026 yang juga anggota Kelompok Kerja Pengembangan Soal dan Skoring, Prof. Kusaeri, menilai pelaksanaan ujian di UIN KHAS Jember berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan panitia nasional.
Menurut dia, tim monitoring memberikan perhatian khusus terhadap aspek teknis pelaksanaan ujian, efektivitas sistem pengawasan, upaya pencegahan kecurangan, serta kesiapan panitia lokal dalam memberikan layanan kepada peserta.
Ia memastikan peserta yang tidak dapat hadir karena alasan kesehatan atau kendala tertentu tetap memiliki kesempatan mengikuti ujian melalui mekanisme sesi susulan yang telah disiapkan panitia nasional.
"Peserta yang berhalangan hadir karena sakit atau kendala tertentu nantinya dapat mengikuti sesi susulan yang disiapkan panitia nasional," tegas Prof. Kusaeri.
Melalui pelaksanaan UM-PTKIN 2026 ini, UIN KHAS Jember berharap dapat menjaring calon mahasiswa terbaik dari berbagai daerah sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang diminati masyarakat di tingkat regional maupun nasional.***
Artikel Terkait
Lulus Tanpa Skripsi, 2 Mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember Hasilkan Jurnal Ilmiah Standar Nasional
Dorong Kemudahan Literasi, UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember Resmikan Aplikasi KHASTAKA Berbasis Digital
UIN KHAS Jember Ikuti Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN di Yogyakarta, Perkuat Transparansi Digital Kampus
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Rektor UIN KHAS Jember Dorong Langkah Tegas Kemenag RI
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN KHAS Jember Berangkatkan Mahasiswa PPL Internasional ke Malaysia dan Thailand
37 CPNS UIN KHAS Jember Resmi Dilantik Jadi PNS, Menag Tekankan Integritas dan Nilai BerAKHLAK
Idul Adha 1447 H, UIN KHAS Jember Sembelih Belasan Hewan Kurban, Rektor: Ini Ibadah Ritual dan Sosial
UIN KHAS Jember Jalin Kerja Sama dengan Klub Persid Jember, Mulai Beasiswa Pendidikan hingga Penggunaan Fasilitas
Kiai Muda Bondowoso Antar Langsung 14 Santrinya Ikuti UM PTKIN di UIN KHAS Jember, Bukti Dorong Lanjut Kuliah ke Kampus Unggul
UM-PTKIN 2026 di UIN KHAS Jember Berjalan Ketat, Sistem Berlapis Cegah Perjokian dan Kecurangan