Yang menjadi perhatian publik adalah informasi mengenai status motor listrik yang disebut belum sepenuhnya siap digunakan.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa hingga 7 April 2026 sebagian motor masih berada dalam tahap perakitan meskipun pembayaran telah dilakukan.
"Per 7 April 2026, motornya masih dalam perakitan. Tapi uangnya sudah lunas dibayar," tulisnya lagi.
Kasus pengadaan motor listrik BGN kini menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian luas karena melibatkan nilai proyek yang besar dan berkaitan langsung dengan program prioritas nasional.
Hingga saat ini, perhatian publik masih tertuju pada langkah pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kepentingan masyarakat luas.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @dimarsasongko98 mengenai perkembangan pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional era Dadan Hindayana.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Gebrakan Nanik S. Deyang Usai Diangkat Jadi Kepala BGN: Fokus MBG untuk Daerah Terpencil, Manfaatkan Kantin Sekolah hingga Moratorium Dapur Baru
Wacana Baru MBG Berbasis Kantin Sekolah Ramai Dibahas, Disebut Mirip School Meal Jepang dan Bisa Kurangi Anggaran Negara
Nama Yasika Aulia Jadi Sorotan Usai Penangkapan Dadan Hindayana, Desakan Audit 41 Dapur MBG Menguat di Media Sosial
Setelah 3 Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Ribuan Motor Listrik MBG Senilai Rp1 Triliun Masih Tersimpan di Gudang Sentul
Dapur MBG di Sejumlah Daerah Mendadak Tutup Sementara, Warganet Soroti Dana Operasional dan Nasib Program Makan Gratis