Kamis, 11 Juni 2026

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Lama dari Normal, BMKG Sebut Agustus Jadi Periode yang Perlu Diwaspadai

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 10 Juni 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau.  (Freepik/storyset)
Ilustrasi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau. (Freepik/storyset)

SketsaNusantara.id - Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan masih akan terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau baru akan terjadi pada Agustus mendatang.

Prediksi tersebut menjadi perhatian karena sebagian wilayah Indonesia saat ini telah memasuki musim kemarau. Selain itu, BMKG juga memperkirakan durasi kemarau tahun ini berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Informasi tersebut disampaikan dalam jumpa pers virtual mengenai perkembangan musim kemarau 2026 yang digelar pada Rabu 10 Juni 2026. BMKG memaparkan kondisi terkini sekaligus proyeksi cuaca dan iklim untuk beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Berada di Kaki Gunung Slamet, Desa di Banyumas Ini Pernah Merasakan Musim Kemarau

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak kemarau pada Agustus 2026. Prediksi itu berdasarkan analisis terhadap zona musim yang tersebar di berbagai daerah.

"Puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia 369 zona musim mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus 2026," kata Teuku.

Menurut BMKG, jumlah tersebut mencakup hampir setengah luas daratan Indonesia. Karena itu, kondisi cuaca kering diperkirakan akan semakin dominan menjelang pertengahan hingga akhir tahun.

Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus dan Cenderung Lebih Kering

Selain memprediksi waktu puncak kemarau, BMKG juga memperkirakan durasi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi dirasakan oleh banyak wilayah yang saat ini mulai memasuki periode kering.

"Durasinya sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya," ujar Teuku.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa musim kemarau sebenarnya telah mulai terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan data BMKG, ratusan zona musim saat ini sudah memasuki periode kemarau.

Menurut Ardhasena, sebanyak 200 zona musim atau sekitar 11,83 persen luas daratan Indonesia telah mengalami musim kemarau. Angka tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju musim kering terus berlangsung secara bertahap.

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau tersebar di berbagai pulau. Beberapa daerah yang disebut BMKG antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain itu, musim kemarau juga mulai dirasakan di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, hingga Papua Selatan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X