Minggu, 19 Juli 2026

Musim Kemarau Tiba, Tradisi Sambitan Layangan di Kencong Jember Mulai Marak

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Senin, 4 Agustus 2025 | 14:30 WIB
Masyarakat dari berbagai Kecamatan di Jember saat sambitan layangan di pinggir Sungai Kali meneng kencong Jember. (SketsaNusantara.id/Gita Pamuji)
Masyarakat dari berbagai Kecamatan di Jember saat sambitan layangan di pinggir Sungai Kali meneng kencong Jember. (SketsaNusantara.id/Gita Pamuji)

 

SketsaNusantara.id - Musim kemarau sudah tiba di Kabupaten Jember. Momen unik serta menarik, seperti tradisi sambitan layangan membuat memori ingatan saat masih kanak-kanak muncul kembali.

Bertempat di pematang sawah dan pinggir sungai kali meneng, Kencong, Jember setiap sore, dapat dipastikan akan ramai muda mudi bahkan tua muda adu ketangkasan dalam hal menerbangkan layangan.

Kemudian, layangan tersebut di sambitkan satu sama lain mengunakan bahan benang yang sudah di lapisi bahan pemotong atau pecahan kaca atau pasir halus.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Air Terjun Cantik nan Eksotis di Jember Jawa Timur, Wajib Masuk Daftar Liburan Akhir Pekan

Ramai, teriakan histeris sesekali menggema. Keseruan pun muncul, apalagi ketika ada salah satu layang layang yang putus dan di kejar oleh puluhan anak anak maupun orang dewasa yang memang rindu hal hal masa masa jaman dahulu yang terulang kembali.

Tidak hanya itu saja, moment ini juga dimanfaatkan oleh para pedagang mencari uang dengan menjual layang layang di sekitaran lokasi sambitan.

Salah satu pedagang bernama Nanang,(35) warga kecamatan kencong sendiri setiap sore dirinya standby di sekitar lokasi dan menjajakan dagangan berupa layangan.

"Ramai sekali setiap hari, apalagi hari Sabtu Minggu bisa di pastikan yang datang dari kecamatan sebelah sebelah ikut adu layangan atau sambitan," katanya disela sela berjualan, Senin 4 Juli 2025.

Saat ditanya apakah pembeli layangan ramai dan harga satu layangan sampai berapa rupiah, pihaknya menjelaskan bahwa kisaran harganya dari Rp 2.500-5.000. Per harinya, dia bisa menjual hingga 100 biji layangan.

"Pembeli ramai, saya biasanya membawa layangan hingga 100 biji, dan di pastikan laris manis karena mereka banyak yang beli.Untuk harga kisaran 2500-5000 per biji," paparnya.

Dilokasi adu layangan juga ada yang unik, tidak hanya dilakukan oleh lelaki saja. Namun terlihat salah satu perempuan asal kabupaten Lumajang, Siti juga ikut adu layangan dan sambitan terlihat riang gembira.

"Ini mengingatkan saya saat masih kecil, dan bagi saya ini hiburan luar biasa dan wajib saya ikut sambitan,” ungkapnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X