SketsaNusantara.id - Musim kemarau sudah tiba di Kabupaten Jember. Momen unik serta menarik, seperti tradisi sambitan layangan membuat memori ingatan saat masih kanak-kanak muncul kembali.
Bertempat di pematang sawah dan pinggir sungai kali meneng, Kencong, Jember setiap sore, dapat dipastikan akan ramai muda mudi bahkan tua muda adu ketangkasan dalam hal menerbangkan layangan.
Kemudian, layangan tersebut di sambitkan satu sama lain mengunakan bahan benang yang sudah di lapisi bahan pemotong atau pecahan kaca atau pasir halus.
Ramai, teriakan histeris sesekali menggema. Keseruan pun muncul, apalagi ketika ada salah satu layang layang yang putus dan di kejar oleh puluhan anak anak maupun orang dewasa yang memang rindu hal hal masa masa jaman dahulu yang terulang kembali.
Tidak hanya itu saja, moment ini juga dimanfaatkan oleh para pedagang mencari uang dengan menjual layang layang di sekitaran lokasi sambitan.
Salah satu pedagang bernama Nanang,(35) warga kecamatan kencong sendiri setiap sore dirinya standby di sekitar lokasi dan menjajakan dagangan berupa layangan.
"Ramai sekali setiap hari, apalagi hari Sabtu Minggu bisa di pastikan yang datang dari kecamatan sebelah sebelah ikut adu layangan atau sambitan," katanya disela sela berjualan, Senin 4 Juli 2025.
Saat ditanya apakah pembeli layangan ramai dan harga satu layangan sampai berapa rupiah, pihaknya menjelaskan bahwa kisaran harganya dari Rp 2.500-5.000. Per harinya, dia bisa menjual hingga 100 biji layangan.
"Pembeli ramai, saya biasanya membawa layangan hingga 100 biji, dan di pastikan laris manis karena mereka banyak yang beli.Untuk harga kisaran 2500-5000 per biji," paparnya.
Dilokasi adu layangan juga ada yang unik, tidak hanya dilakukan oleh lelaki saja. Namun terlihat salah satu perempuan asal kabupaten Lumajang, Siti juga ikut adu layangan dan sambitan terlihat riang gembira.
"Ini mengingatkan saya saat masih kecil, dan bagi saya ini hiburan luar biasa dan wajib saya ikut sambitan,” ungkapnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bupati Jember Gus Fawait Update Perkembangan Honor Guru Ngaji, Beasiswa Pendidikan, hingga Hentikan SE Belajar Daring dan WFA
3 Rekomendasi Rumah Makan Hits di Jember Jawa Timur Tahun 2025, Punya Menu Enak Bisa Jadi Langganan Keluarga
3 Rekomendasi Rumah Makan Legendaris di Jember yang Eksis hingga Sekarang, Surga Kuliner yang Tak Tergerus Zaman
Naik Gunung Tanpa Ribet Lewat Jalur Sepeda Motor? Ini Dia Gunung Watangan Jember, Disebut Juga Wisata Tonggo Langit!
Warga Jember Curhat Urus KTP Hilang Tapi Dipersulit Meski Sudah Bawa Dokumen Lengkap, Netizen: Sejak Tahun...