Selain ancaman material pijar, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran, aliran lava, maupun lahar. Potensi tersebut dapat muncul di sejumlah sungai dan lembah yang berhulu langsung di puncak Gunung Semeru.
Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai jalur yang berpotensi dilalui material vulkanik ketika aktivitas gunung meningkat.
PVMBG dalam keterangannya juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan potensi lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai kecil yang terhubung dengan Besuk Kobokan. Peringatan itu diberikan sebagai langkah mitigasi guna mengurangi risiko bagi warga yang berada di sekitar kawasan rawan bencana.
Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Semeru masih terus dilakukan oleh petugas. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan otoritas terkait untuk mengetahui perkembangan terbaru aktivitas vulkanik gunung tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Data Terbaru Erupsi Semeru: Awan Panas 7 Km, 157 Gempa, dan Peringatan Resmi Soal Bahaya di Radius 20 Km dari Puncak Gunung
Penjelasan Pemkab Lumajang Soal Donasi Resmi, Pengungsian Liar, dan Pemenuhan Logistik bagi Ratusan Pengungsi Erupsi Semeru
Erupsi Belum Mereda, Semeru Catat Aktivitas Kegempaan Tinggi dan Radius Steril 8 Km saat Pengungsi Bersiap Kembali ke Sekolah
Erupsi Semeru Kembali Aktif, 2 Relawan PMI Jember Dikerahkan untuk Asesmen dan Pelayanan Korban Terdampak
Dukungan Kemanusiaan Mengalir, PMI Jember dan Jejaring PMI Wilayah III Turun Tangan Bantu Korban Erupsi Semeru