Rabu, 10 Juni 2026

Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Mencapai 1.200 Meter dan Aktivitas Vulkanik Masih Berlangsung

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 10 Juni 2026 | 11:00 WIB
Gunung Semeru yang diselimuti misteri peradaban. (Pexels/Joe Fikar)
Gunung Semeru yang diselimuti misteri peradaban. (Pexels/Joe Fikar)

SketsaNusantara.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi pada Rabu pagi, 10 Juni 2026, dengan kolom abu yang terpantau menjulang tinggi dari puncak.

Erupsi terjadi saat aktivitas masyarakat baru dimulai. Laporan resmi mencatat abu vulkanik membumbung hingga sekitar 1.200 meter di atas puncak Gunung Semeru. Hingga laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Baca Juga: Gunung Semeru Disebut Singgasana Para Dewa, Ini Cerita Kuno Mahameru yang Dipindah dari India hingga Dipercaya Menjadi Penjaga Jawa

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian karena Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan gunung diminta mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan otoritas vulkanologi.

Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 05.35 WIB.

Dalam laporan resmi yang diterima pada Rabu, petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru menyebutkan, "Telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 10 Juni 2026 pukul 05.35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 meter di atas puncak (± 4.876 meter di atas permukaan laut)."

Baca Juga: Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru Mulai 2 Februari 2026, Berikut 10 Pelanggaran yang Dibidik

Kolom abu hasil erupsi terpantau bergerak ke arah utara. Warna kolom abu yang muncul berkisar putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Kondisi tersebut menunjukkan masih berlangsungnya aktivitas material vulkanik yang keluar dari kawah.

Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi juga terekam melalui peralatan seismik yang dipasang di sekitar gunung. Data PVMBG menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter.

Durasi erupsi tercatat berlangsung sekitar 2 menit 17 detik. Aktivitas tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau petugas untuk menilai perkembangan kondisi Gunung Semeru.

Laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru juga menyebutkan bahwa proses erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat. Kondisi ini membuat pemantauan terus dilakukan secara intensif.

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki area dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung. Kawasan tersebut berpotensi terdampak lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X