Kamis, 16 Juli 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin Bongkar Mitos Daging Kambing Saat Idul Adha, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 27 Mei 2026 | 10:30 WIB
Jangan Takut Makan Sate Kambing saat Iduladha, Menkes Budi Gunadi Sadikin Beri Penjelasan Ilmiah (Instagram @bgsadikin)
Jangan Takut Makan Sate Kambing saat Iduladha, Menkes Budi Gunadi Sadikin Beri Penjelasan Ilmiah (Instagram @bgsadikin)

SketsaNusantara.id - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengajak masyarakat untuk tidak takut mengonsumsi daging kambing saat perayaan Idul Adha. Menurutnya, anggapan bahwa daging kambing selalu menjadi penyebab utama kolesterol tinggi dan hipertensi tidak sepenuhnya tepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi melalui konten edukasi kesehatan bertajuk “Budi Gemar Sharing (BGS)” yang diunggah melalui akun Instagram resminya @bgsadikin. Dalam video tersebut, Menkes mencoba meluruskan pandangan masyarakat terkait kandungan gizi daging kambing yang selama ini sering dianggap berbahaya bagi kesehatan.

“Kasihan nih si kambing selalu dituduh menjadi kambing hitam. Dibilang kolesterolnya tinggi lah, lemak jenuhnya tinggi,” ujar Budi.

Baca Juga: Viral Chat Menkes Budi Gunadi soal Kematian dr Myta Aprilia Azmy, Warganet Soroti Sistem Internship

Menurutnya, banyak orang langsung menyalahkan daging kambing ketika mengalami peningkatan tekanan darah atau kolesterol setelah menyantap hidangan kurban. Padahal, berdasarkan data kandungan gizi, daging kambing justru memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Budi menjelaskan, dalam 100 gram daging kambing, kandungan lemak jenuhnya hanya sekitar 0,72 gram. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi yang mencapai sekitar 3 gram lemak jenuh per 100 gram.

Tak hanya soal lemak jenuh, kandungan kolesterol pada daging kambing juga disebut lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging populer lainnya. Daging kambing memiliki sekitar 64 miligram kolesterol per 100 gram. Sementara daging sapi mencapai sekitar 73 miligram, dan daging ayam sekitar 76 miligram.

Baca Juga: Cegah Diabetes! Menkes Resmi Luncurkan Label 'Nutri-Level', Konsumen Kini Bisa Cek Kadar Gula Minuman dengan Mudah

Penjelasan tersebut disampaikan Menkes untuk mengedukasi masyarakat agar tidak langsung mempercayai mitos yang berkembang tanpa memahami data nutrisi secara menyeluruh. Ia menilai masalah kesehatan saat Iduladha sering kali bukan semata karena daging kambing, melainkan pola konsumsi yang kurang terkontrol.

Menurut Budi, penggunaan santan berlebihan, kadar garam tinggi, minyak dalam proses memasak, hingga kebiasaan makan berlebihan dalam waktu singkat justru lebih berpengaruh terhadap lonjakan kolesterol maupun tekanan darah.

Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam mengatur pola makan selama momen Iduladha. Menikmati sate kambing, gulai, maupun olahan daging kurban lainnya tetap diperbolehkan selama porsinya tidak berlebihan dan diimbangi makanan sehat lainnya.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Terancam Defisit, Menkes Budi Gunadi Sadikin Beri Sinyal Kenaikan Iuran

“Jangan tinggalkan daging kurban kalian, atur aja jumlahnya agar tetap sehat,” kata Menkes Budi.

Selain menjaga porsi makan, Menkes juga mengingatkan pentingnya menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayuran, buah-buahan, serta aktivitas fisik yang cukup. Langkah tersebut dinilai penting agar tubuh tetap sehat meski asupan makanan saat hari raya cenderung meningkat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X