SketsaNusantara.id - Indonesia kini menghadapi perubahan besar dalam struktur penduduk. Jumlah warga lanjut usia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat Indonesia resmi memasuki era penduduk tua atau ageing population sejak 2021.
Perubahan tersebut memunculkan tantangan baru di bidang kesehatan dan sosial. Pemerintah serta masyarakat mulai dihadapkan pada kebutuhan perawatan lansia yang semakin besar. Kondisi itu juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular pada usia lanjut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 12 persen penduduk Indonesia merupakan lansia. Jumlah itu setara dengan sekitar 29 juta jiwa. Persentase tersebut diperkirakan meningkat menjadi 20 persen pada 2045 berdasarkan data BPS 2024.
Kondisi tersebut menunjukkan perubahan demografi yang cukup cepat. Indonesia sebelumnya dikenal memiliki dominasi penduduk usia produktif. Namun, pertumbuhan jumlah lansia kini menjadi perhatian dalam berbagai sektor.
Tantangan utama yang dihadapi lansia berkaitan dengan kesehatan dan kemandirian sehari-hari. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 memperlihatkan sebagian besar lansia masih hidup mandiri. Namun, sebagian lainnya membutuhkan bantuan untuk menjalankan aktivitas harian.
“95% lanjut usia mandiri; 2,1% dengan ketergantungan ringan, dan 2,9% mengalami ketergantungan sedang hingga total dan memerlukan bantuan dalam aktivitas sehari-hari,” dikutip dari Kemkes.go.id.
Data tersebut menunjukkan mayoritas lansia Indonesia masih dapat menjalankan aktivitas secara mandiri. Meski begitu, angka ketergantungan tetap menjadi perhatian karena jumlah lansia terus meningkat setiap tahun.
Selain persoalan kemandirian, masalah kesehatan juga menjadi tantangan besar. SKI 2023 mencatat peningkatan penyakit tidak menular di kelompok usia lanjut. Penyakit tersebut meliputi hipertensi, diabetes, hingga stroke.
Kondisi kesehatan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Penyakit kronis juga berpotensi meningkatkan ketergantungan terhadap keluarga maupun layanan kesehatan. Karena itu, langkah pencegahan dan promosi kesehatan dinilai penting dilakukan sejak dini.
Pemerintah bersama masyarakat didorong memperkuat perhatian terhadap kesehatan lansia. Upaya tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan hingga dukungan sosial bagi warga lanjut usia.
Momentum Hari Kesehatan Lanjut Usia Nasional atau HLUN setiap 29 Mei juga menjadi pengingat penting. Peringatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan lansia di Indonesia.
Peringatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah terhadap lansia.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Terjang Ledokombo, Satu Rumah Lansia di Sumberbulus Roboh
Rumah Dua Lansia di Jember Terbakar Akibat Korsleting Listrik
Viral! Oknum Satpam J&T Tambora Diduga Bersikap Arogan ke Pelanggan Lansia, Insiden Paket Hilang Jadi Sorotan
Lansia Hilang di Sungai Bedadung, Tim SAR Gabungan Jember Perluas Pencarian
Lansia di Ledokombo Jember Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebocoran Selang Regulator