Rabu, 8 Juli 2026

Belasan Siswa TK dan PAUD Keracunan MBG, Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember David: Cabut Izin SPPG Nakal

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Kamis, 21 Mei 2026 | 11:32 WIB
Ketua Fraksi NasDem David Handoko Seto saat dikonfirmasi. (Dok. SketsaNusantara.id)
Ketua Fraksi NasDem David Handoko Seto saat dikonfirmasi. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Kejadian keracunan makan kembali terjadi, kini menimpa belasan siswa taman kanak-kanan (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Jember.

Keracunan makanan massal ini membuat kritikan terus tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang mensuplai makanan tersebut.

Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto meminta agar melakukan penelusuran intensif harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember Bongkar Alasan Main Game Saat Rapat: Lupa Kasih Makan Sapi

Pasalnya, ini menyangkut kesehatan dan keselamatan dari anak-anak yang mengkonsumsi Makan Bergisi Gratis (MBG).

"Sedikitnya ada 18 siswa yang keracunan setelah mengkonsumsi MBG, yang disuplai oleh SPPG Kaliwates 3 menurut informasi yang kami terima," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 21 Mei 2026.

David mengatakan, kejadian ini sangat disayangkan karena SPPG telah lalai dalam pengawasan mutu makanan, yang seharusnya diawasi dengan sangat ketat.

Baca Juga: TPA Pakusari Over Capacity, DPRD Jember Ungkap Ancaman Sampah Menumpuk di Jalan dan Sungai

"Kami prihatin sekali, ini korbannya adalah anak-anak usia dini. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan dan harus diusut sampai tuntas," imbuhnya.

Dengan kejadian yang terus terjadi, ia menegaskan agar pemerintah daerah harus bisa melakukan evaluasi secara total dan maksimal.

"Satgas harus bergerak cepat dan mengusut kasus ini dengan jelas, kalau memang SPPG terbukti bersalah dalam urusan higienitas harus dicabut izinnya," tegasnya.

Baca Juga: Anggota Dewan Main Game dan Merokok Saat Rapat, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Tegaskan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Politisi NasDem ini juga menyampaikan, jika program MBG ini seharusnya bisa memberikan manfaat yang besar bagi siswa-siswa di Indonesia.

Namun, ternyata implementasinya tidak seperti yang diharapkan dan mereka hanya fokus pada keuntungan semata.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X