"Sayangnya, hal itu justru tidak kita dapatkan. Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan dan yang buruk disembunyikan. Komentar pejabat soal situasi serius, sering terdengar enteng bahkan bercanda," imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Abah itu juga meyoroti kebijakan pemerintah yang dianggap tidak konsisten, sehingga ikut berdampak pada kondisi pasar.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Ekonomi Indonesia Mirip Krisis 1998: Sekarang Belum Resesi
"Kebijakan berubah-ubah. Hari ini begini, besok beda lagi. Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri bahkan sebagian kabur," ucap Anies.
Selain itu, Anies juga menyoroti sikap pemimpin yang tidak menunjukkan keteladanan, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah kian menurun.
"Keteladanan juga tidak hadir. Di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas. Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan," tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Anies juga meminta para pemangku kebijakan untuk tidak mengabaikan peringatan yang datang dari berbagai pihak.
Baca Juga: Istri Purbaya Yudhi Sadewa Bongkar Curhatan Suaminya: Ternyata Jadi Menteri Itu Capek
Menurutnya, kritik yang selama ini muncul, meski itu memberikan peringatan buruk, tetap harus ditanggapi serius karena bisa jadi masukan untuk berbenah memperbaiki kondisi saat ini.
"Peringatan sudah datang dari mana-mana, dari ekonom dalam negeri maupun lembaga keuangan internasional, bahkan dari media-media nasional dan internasional yang mengamati Indonesia. Tidak mungkin mereka semua keliru, menyatakan pendapat yang sama secara bersamaan," tuturnya.
"Karena yang dipertaruhkan adalah hajat hidup ratusan juta orang, maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan," sambungnya.
Melalui unggahannya, Anies mendesak agar pemerintah bersikap lebih terbuka kepada publik dan menghadirkan kebijakan yang konsisten dengan memastikan setiap keputusan yang ditetapkan bisa membawa dampak lebih baik untuk masyarakat.
"Saya mengajak pada pemerintah. Berhentilah memberikan obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur, berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten," ucapnya.
"Pimpin secara solid, ajeg dari atas sampai ke bawah. Itu yang akan menenangkan pasar dan akan mengangkat rakyat," tegasnya.
Artikel Terkait
Ada Secercah Harapan! Hard Gumay Prediksi Perekonomian Indonesia Membaik Tahun 2026, Netizen Kompak Berikan Apresiasi terhadap Kinerja Menkeu Purbaya
Rupiah Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya Optimis Penguatan Segera Terjadi
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Sentil Kemenkeu Bikin Isu APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Paket Stimulus Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi Nasional Lebih Kuat
Chef Arnold Geram Usai Dituding Menghina Rakyat Kecil Gegara Naikkan Harga Daging di Restoran Miliknya Imbas Dolar Naik: Efeknya ke Semua Kalangan...