Kamis, 16 Juli 2026

Muncul Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Dokter Tirta Ungkap Cara Pencegahannya

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 8 Mei 2026 | 12:00 WIB
Dokter Tirta Soroti Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius (X/tirta_cipeng)
Dokter Tirta Soroti Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius (X/tirta_cipeng)

SketsaNusantara.id - Kasus kemunculan hantavirus di kapal pesiar MV Hondius di wilayah Samudra Atlantik menjadi perhatian publik internasional. Laporan terbaru pada Mei 2026 menyebutkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa penumpang lainnya jatuh sakit akibat dugaan paparan virus tersebut.

Munculnya kasus di kapal pesiar memicu kekhawatiran karena hantavirus umumnya dikenal menular melalui hewan pengerat, terutama tikus. Di tengah ramainya perbincangan mengenai virus tersebut, Dokter Tirta turut memberikan tanggapan melalui media sosial.

Dalam unggahannya, Dokter Tirta meminta masyarakat tidak panik berlebihan menghadapi isu hantavirus. Ia menilai langkah pencegahan paling mendasar justru terletak pada kebersihan diri dan sanitasi lingkungan.

Baca Juga: Apa Itu Hantavirus? Kenali Gejala Virus Mematikan yang Menewaskan Penumpang Kapal Pesiar, Ternyata Sudah Pernah Ditemukan di Indonesia

Menurutnya, virus tersebut lazim ditemukan pada tikus sehingga menjaga higienitas menjadi hal utama yang perlu diperhatikan masyarakat.

“Cara pencegahannya basic banget, yaitu kebersihan diri dan sanitasi. Jadi tidak perlu panik berlebihan,” tulisnya dalam unggahan di media sosial.

Dokter Tirta juga mengaku heran bagaimana kasus hantavirus dapat muncul di kapal pesiar karena virus tersebut biasanya lebih sering ditemukan di kawasan pedesaan atau area dengan populasi tikus yang tinggi.

Baca Juga: Tips Mudik Aman dan Nyaman ala Dokter Tirta, Hati-Hati Microsleep! Begini Bahaya yang Akan Mengintai

Ia menjelaskan bahwa penularan hantavirus dari manusia ke manusia sebenarnya sangat jarang terjadi. Penularan umumnya membutuhkan kontak sangat dekat dan tidak cukup hanya melalui percikan droplet biasa seperti beberapa penyakit pernapasan lain.

Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan fokus pada langkah pencegahan sederhana seperti menjaga kebersihan tubuh, mengelola sanitasi lingkungan, serta menghindari tempat-tempat yang berisiko tinggi terhadap paparan tikus.

“Yang penting jangan jorok dan tetap menjaga kebersihan,” ujarnya.

Baca Juga: Bolehkah Tidur Lagi Setelah Sahur? Begini Kata Dokter Tirta Mengenai Risikonya Bagi Tubuh

Dalam penjelasannya, Dokter Tirta juga menyinggung dugaan aktivitas yang dilakukan beberapa penumpang kapal pesiar sebelum terpapar hantavirus. Ia menyebut ada laporan bahwa dua penumpang sempat melihat aktivitas pembakaran bangkai burung di tempat pembuangan sampah.

Meski demikian, belum ada penjelasan resmi mengenai hubungan langsung aktivitas tersebut dengan penyebaran virus di kapal pesiar tersebut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X