Selasa, 30 Juni 2026

Tumpukan Sampah Menggunung, DPRD Jember Dorong Pengelolaannya Secara Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Kamis, 7 Mei 2026 | 15:25 WIB
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim saat dikonfirmasi. (Dok. SketsaNusantara.id)
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim saat dikonfirmasi. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Persoalan sampah menjadi hal yang urgent, pasalnya berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup jumlah sampah di Jember mencapai 1.046,35 ton/hari.

Namun, yang masih bisa diolah hanya sekitar 19,78 ton/hari. Maka perlu langkah strategis dalam penanganan sampah di Jember.

Melalui sosialisasi yang digelar oleh DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup, mengajak masyarakat untuk lebih sadar dalam membuang sampah.

Baca Juga: Program MPP Mini, DPRD Jember Apresiasi Pelayanan Publik Mudah di Kecamatan

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi mengatakan, sosialisasi yang dilakukan oleh Kemen LH ini salah satu upaya dalam menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Karena sampah ini akan berdampak luas, bukan hanya kesehatan tetapi juga pada sektor lain seperti pertanian hingga pariwisata,” ujarnya melalui zoom meeting, Kamis 7 Mei 2026.

Maka, perlu langkah sosialisasi yang masif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya penumpukan sampah tersebut.

Baca Juga: Darurat Sampah, Produksinya Capai Ribuan Ton per Hari, DPRD Jember Desak Penanganan Serius

Di sisi lain,  Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan pentingnya mengelola sampah terintegrasi karena ini menjadi instruksi presiden.

“Presiden Prabowo juga sudah tegas agar sampah ini bisa segera dikelola, khususnya bisa diolah menjadi sumber energi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jika kesadaran sejak dini harus diterapkan khususnya untuk sampah rumah tangga yang harus dipilah sebelum dibuang.

Baca Juga: Gapensi Keluhkan Harga Satuan Bahan Baku Melonjak, Komisi C DPRD Jember: Jangan Sampai Pekerjaan Proyek di Penghujung Tahun

“Memang kita harus mulai mensosialisasikan pemilahan sampah sejak dini, karena jika tidak dipilah penumpukan sampah akan terus terjadi,” imbuhnya.

“Karena bila sampah organik ini masih bisa sangat dimanfaatkan, khususnya untuk pembuatan pupuk organik dan bisa bermanfaat untuk pertanian,” terangnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X