Peringatan 400 tahun ini juga mempertegas posisi Syekh Yusuf sebagai tokoh global. Pengaruhnya tidak terbatas pada satu wilayah. Jejaknya dari Nusantara hingga Afrika Selatan menjadi bagian penting diplomasi budaya Indonesia.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Haidar Bagir, perwakilan Kementerian Agama, serta duta besar negara sahabat. Diskusi juga menghadirkan akademisi dan peneliti yang membahas relevansi pemikiran Syekh Yusuf di masa kini.
Momentum ini menandai upaya kolektif untuk menghidupkan kembali warisan sejarah. Tidak hanya melalui peringatan, tetapi juga melalui strategi budaya yang lebih luas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Heboh Pacu Jalur Diklaim Negara Tetangga di Tengah Viral Tren Aura Farming, Pemerintah Indonesia Usulkan Budaya Riau Didaftarkan ke UNESCO
Wamenpar Pastikan Kesiapan Geopark Maros-Pangkep untuk Revalidasi Global Geopark UNESCO, Dorong Ekowisata dan Ekonomi Lokal
Terancam Punah, Ini 5 Fakta tentang Noken, Tas Rajut Tradisional Khas Papua yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia
4 Fakta Hari Batik Nasional 2 Oktober, Warisan Presiden SBY hingga Pengakuan UNESCO
Perjalanan Batik, Sejarah dari Simbol Kekuasaan Majapahit hingga Warisan Dunia UNESCO