Salah satu komentar datang dari akun Polantas Polda Kaltim. Dalam komentarnya, pihak tersebut mengapresiasi kondisi aksi yang tetap terkendali. Mereka juga menyampaikan hubungan antara aparat dan masyarakat.
Sementara itu, aksi demonstrasi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Massa menuntut transparansi dalam pengelolaan anggaran. Isu ini menjadi fokus utama dalam unjuk rasa tersebut.
Sebelum menuju Kantor Gubernur, massa sempat berkumpul di DPRD Kaltim. Aksi kemudian dilanjutkan ke kantor gubernur di Samarinda. Pergerakan massa berlangsung secara bertahap.
Dua poin utama yang disorot dalam aksi ini berkaitan dengan anggaran. Massa menyoroti pengadaan mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar. Selain itu, terdapat anggaran Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan.
Nominal tersebut menjadi perhatian dalam aksi unjuk rasa. Massa menilai perlu adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran tersebut. Isu ini menjadi salah satu pemicu utama demonstrasi.
Aksi yang berlangsung hingga malam hari akhirnya dapat dikendalikan. Situasi kembali kondusif setelah adanya imbauan dari orator. Aparat dan massa tetap menjaga jarak hingga aksi berakhir.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Demo Mahasiswa di Mamuju Berujung Ricuh Sejumlah Polisi Alami Luka dan Dilarikan ke Rumah Sakit
Bertrand Antolin Soroti Driver Ojol yang Demo Tuntut Pembebasan Presiden Venezuela di Depan Kedubes AS, Warganet Justru Curiga Ada Pengalihan Isu
Biodata Laras Faizati, Eks Pegawai AIPA yang Divonis 6 Bulan Penjara Usai Diduga Lakukan Provokasi Demo Besar pada Agustus 2025
Profil dan Biodata Atik Kusdarwati Istri Sudewo: Terpilih Jadi Ketua PMI Pati hingga Pose Saranghaeyo ke Massa Demo
6 Fakta Demo di Markas Polda DIY, Massa Robohkan Pagar hingga 3 Mahasiswa yang Ditangkap Diserahkan Kembali ke Rektorat