KDM menjelaskan bahwa anggaran tersebut bukan hanya digunakan untuk gaji tenaga kebersihan, tetapi juga untuk memberikan tunjangan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja hingga tunjangan hari tua dan THR (Tunjangan Hari Raya).
"Hatur nuhun atas kritiknya, tapi perlu saya informasikan data sesungguhnya," ucap KDM dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Selasa, 21 April 2026.
"Berdasarkan keterangan dari Kepala Badan Pengelola Keuangan Provinsi Jawa Barat, alokasi tersebut diperuntukkan untuk 5 komponen termasuk pembayaran gaji, tunjangan hingga THR," jelasnya.
Melalui unggahan tersebut, Dedi Mulyadi memaparkan data yang menunjukkan bahwa anggaran Rp22 miliar digunakan untuk membayar gaji pokok dan tunjangan tenaga kebersihan Masjid Al Jabbar selama 1 tahun (12 bulan).
Dalam penjelasannya, KDM merinci bahwa setiap tenaga kebersihan menerima gaji pokok sebesar Rp4.737.678 per bulan, sesuai Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2026. Dalam setahun, total gaji pokok per orang mencapai sekitar Rp56,8 juta.
Selain gaji pokok, terdapat pula berbagai tunjangan yang turut dianggarkan untuk tiap petugas kebersihan, meliputi tunjangan kesehatan (4% dari UMK) dan jaminan kecelakaan (0,24% dari UMK) hingga jaminan kematian (0,3% UMK).
Tak hanya itu, turut dianggarkan juga tunjangan keagamaan senilai Rp394.806 untuk tiap petugas kebersihan yang diberikan berupa THR menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tercatat dalam rincian anggaran tersebut, jika diakumulasikan, total anggaran per orang mencapai sekitar Rp80 juta per tahun.
Dengan jumlah 273 tenaga kebersihan, totalnya mencapai Rp21,85 miliar yang kemudian dibulatkan menjadi Rp22 miliar. Jumlah teesebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%.
Penjelasan tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian warganet mengapresiasi keterbukaan KDM dalam menyampaikan rincian anggaran secara transparan.
Namun, tidak sedikit pula yang tetap mempertanyakan kondisi di lapangan, terutama terkait jumlah tenaga kebersihan yang dinilai cukup banyak.
"Mantap pak Gubernur, sudah memberikan datanya dengan detail, tapi mohon maaf, mungkin bisa dicek di lapangan apa benar ada 273 prang tenaga kebersihan? Apa sudah dibayarkan dengan betul gaji mereka. Bukan apa-apa, sekedar saran dan mengingatkan saja, takutnya data tidak sesuai dengan realita di lapangan," komentar warganet.
Artikel Terkait
Dikritik KPAI, Program Barak Militer Dedi Mulyadi Dianggap Tak Manusiawi dan Abaikan Hak Anak
Dilaporkan ke Komnas HAM, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tetap Ngotot Pilih Barak Militer Jadi Tempat Mendidik Anak Bermasalah
Kebijakan Dedi Mulyadi Liburkan Angkot Demi Atasi Macet Puncak Bogor Saat Long Weekend Tuai Pro dan Kontra dari Masyarakat
Lagi, Aturan Baru Dedi Mulyadi Tentang Jam dan Kegiatan Belajar di Sekolah Dasar sampai Menengah Atas
Dedi Mulyadi Sampaikan Permohonan Maaf dan Langkah ini Usai Insiden di Pesta Rakyat Pernikahan Putranya
Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Laporan Netizen yang Diminta KTP Pemilik Pertama saat Bayar Pajak