SketsaNusantara.id – Mengisi momentum Ramadan, Bupati Jember, Gus Fawait, melakukan kunjungan kerja ke PT Nankai Indonesia di Kecamatan Silo.
Kunjungan ini menarik perhatian karena sang Bupati beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memilih untuk "nebeng" bersama dalam satu unit minibus ketimbang menggunakan iring-iringan mobil dinas pribadi.
Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan. Gus Fawait menegaskan bahwa penggunaan kendaraan massal tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi menekan pemakaian BBM dan meningkatkan efisiensi anggaran daerah.
Baca Juga: Ketua TP PKK Jember Salurkan 500 Takjil untuk Pasien dan Keluarga Pasien di RSD Kalisat
Menurut Gus Fawait, langkah penghematan ini sangat krusial di tengah ketidakpastian situasi di Timur Tengah yang memicu fluktuasi harga minyak dunia.
Ia ingin Jember menjadi pelopor dalam menjaga agar beban subsidi negara tidak semakin terbebani oleh operasional birokrasi yang berlebihan.
"Kami hadir sebagai satu rombongan besar untuk menunjukkan bahwa efisiensi energi bisa dimulai dari level pemerintahan daerah," tegas Gus Fawait.
Baca Juga: Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
Dalam kunjungannya ke perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang tersebut, Bupati memberikan apresiasi atas komitmen investasi senilai 10 juta USD (sekitar Rp150 miliar).
“Keberadaan PT Nankai Indonesia dinilai vital karena mampu menyerap sekitar 250 tenaga kerja, di mana mayoritas (80 persen) merupakan penduduk asli Silo dan sekitarnya,” imbuhnya.
Gus Fawait memandang investasi sebagai instrumen utama dalam menuntaskan angka kemiskinan di Jember.
Baca Juga: Sediakan Layanan On Call, Pemkab Jember Bakal Maksimalkan Pelayanan Home Care
Oleh karena itu, ia berkomitmen mempercepat penyelesaian Perda RTRW guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di wilayah timur Jawa Timur.
Tak hanya soal mobilitas fisik, Gus Fawait juga melontarkan gagasan untuk memberlakukan kembali sistem Work From Home (WFH) secara selektif bagi aparatur sipil.