SketsaNusantara.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember pada Jumat 6 Maret 2026 sore.
Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga robohnya belasan gudang tembakau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa cuaca buruk tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan berdampak signifikan di empat titik lokasi, di antaranya Kecamatan Wuluhan, Kencong, dan Gumukmas.
Baca Juga: Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
"Data sementara yang kami himpun menunjukkan ada sebanyak 19 rumah warga yang terdampak, dengan rincian 2 unit rusak sedang dan 17 unit rusak ringan. Selain itu, terdapat 4 fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan pada bagian atap dan papan nama sekolah," ujar Edy saat dikonfirmasi Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurut Edy, Kecamatan Wuluhan menjadi wilayah terdampak paling parah. Di Desa Kesilir, tercatat 30 pohon tumbang dan 12 rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Sementara di Desa Tanjungrejo, angin kencang merobohkan 15 gudang tembakau milik warga.
"Di Tanjungrejo, dua rumah mengalami rusak sedang. Bahkan, ada warga yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi tempat tinggal mereka yang membahayakan akibat tertimpa pohon jati maupun material gudang," tambahnya.
Baca Juga: Sidak Menu Makan Bergizi Gratis di Jalan Batu Raden, Pemkab Jember Beri Teguran Keras
Bencana ini juga mengakibatkan satu orang warga di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, mengalami luka ringan setelah tertimpa genteng rumah yang terbang terbawa angin.
Hingga Sabtu pagi, BPBD bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, PLN, dan relawan terus melakukan upaya pembersihan material.
Edy menjelaskan bahwa penanganan pohon tumbang yang menutup akses jalan sudah tuntas 100 persen, sementara penanganan pohon yang menimpa rumah warga telah mencapai 80 persen.
Baca Juga: Jamin Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar
Namun, tim di lapangan menghadapi kendala teknis di Desa Tanjungrejo. Sebuah gudang tembakau yang roboh menimpa pemukiman dilaporkan masih dalam posisi tidak stabil dan terus bergerak, sehingga mengancam keselamatan rumah di sekitarnya.
"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk segera mengerahkan alat berat berupa crane atau skylift ke lokasi. Alat ini sangat krusial untuk menyangga dan mengevakuasi material gudang yang besar agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan," tegas Edy.
Artikel Terkait
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Warga Ambruk di Dua Kecamatan, BPBD Jember Salurkan Bantuan
BPBD Jember Petakan 27 Titik Kerusakan Infrastruktur Pasca Bencana, Prioritaskan Rekonstruksi Dinding Penahan Tanah
Cuaca Ekstrem Terjang Mayang, BPBD Jember: Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang