SketsaNusantara.id - Gelombang panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Fenomena ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan pasokan energi global pasca penutupan selat Hormuz di Iran di tengah ketegangan konflik antara Israel-AS dengan Iran.
Kondisi tersebut memicu kepanikan masyarakat di Indonesia.
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, tampak antrean panjang kendaraan mulai terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember. Bahkan, sebagian warga terlihat membawa jerigen berukuran besar untuk membeli BBM dalam jumlah banyak.
Warga menyoroti kejadian ini yang mengindikasikan adanya tindakan sejumlah oknum yang menimbun bahan bakar. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaan BBM sekaligus memicu kenaikan harga bensin.
Tak sedikit pula warga mengeluhkan adanya penjual bensin eceran yang memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga secara signifikan.
Beberapa warganet menyebut harga bensin eceran di sejumlah titik bahkan dipatok hingga dua kali lipat dari harga BBM di SPBU milik Pertamina.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, memastikan bahwa stok energi di wilayahnya masih dalam kondisi aman.
Dalam konferensi pers belum lama ini, Gus Fawait menindak tegas jika ada oknum yang terindikasi melakukan praktik penimbunan BBM.
"Kami tadi sudah sepakat bersama Pertamina dan bersama pihak Kepolisian. Kami akan menindak tegas bagi siapapun yang membeli dengan niatan adalah untuk menimbun BBM," ujar Gus Fawait, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah melalui akun Instagram @dinas_kominfo_kab_jember pada hari Sabtu, 7 Maret 2026.
Bekerja sama dengan Polres Jember, pemerintah daerah akan menurunkan sejumlah petugas untuk mengawasi aktivitas pembelian BBM di setiap SPBU.
"Kami akan menurunkan jajaran dari Satpol PP dan Diswup kolaborasi dengan pihak Kepolisian Polres Jember untuk mengawasi pembelian-pembelian di masing-masing SPBU," sambungnya.
"Kalau memang ada indikasi menimbun, maka akan kami beri peringatan terlebih dahulu. Tapi kalau memang tetap memaksa, nanti pihak Kepolisian yang akan mengambil tindakan-tindakan tegas berkolaborasi di lapangan dengan Diswup dan Satpol PP," tegasnya.
Artikel Terkait
Stok BBM Jember Melimpah, Bupati Gus Fawait Minta Warga Tak Terpancing Isu Kelangkaan
Mengapa Stok BBM Dalam Negeri Hanya Cukup 21 Hari? Kalah Jauh Dari Jepang, Menteri ESDM: Mau Ditaruh Dimana?
Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Stok BBM Jatimbalinus Dipastikan Aman di Tengah Tensi Geopolitik Global
Imbas Perang Iran Vs Israel dan AS, Pakar Kebijakan Publik Unej Sebut Stok BBM Aman Tapi Harga Bisa Melonjak