SketsaNusantara.id - Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.
Kini 2 kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan tertahan di perairan Teluk Persia.
Ini akibat dari penutupan jalur pelayaran strategis, Selat Hormuz, oleh otoritas Iran sebelumnya.
Hingga saat ini pemerintah Indonesia terus mengupayakan jalur diplomasi intensif untuk memastikan keselamatan awak kapal dan kelancaran distribusi minyak mentah ke tanah air.
Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi dari Pertamina, oleh Muhammad Baron selaku VP Corporate Communication Pertamina.
Bahwa ternyata terdapat total 4 kapal tanker yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut, namun hanya 2 di antaranya terjebak di dalam zona risiko tinggi.
"Di Selat Hormuz memang benar ada 2 kapal Pertamina yang masih ada disana, sebetulnya ada 4 tapi yang 2 ada di luar Selat Hormuz," ungkap Muhammad Baron dikutip dari kanal YouTube Metro TV.
Kapal tanker raksasa milik Pertamina ini telah menyelesaikan proses pemuatan (loading) minyak mentah di Ras Tanura, Arab Saudi, namun tidak dapat keluar dari Teluk Persia karena blokade jalur.
Meski demikian, Muhammad Baron memastikan bahwa hingga saat ini seluruh kru dalam kondisi aman dan selamat.
"Kami terus memantau dan memastikan keselamatan dari pada awak kapal kemudian juga terkait aset kapal yang ada disana,"tegasnya.
Untuk memastikan keselamatan seluruh awak kapal dan aset kapal tersebut maka kini pemerintah terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder baik dari kementerian luar negeri maupun pihak-pihak terkait.
Sementara itu, penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan respons atas serangan militer yang diluncurkan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
Artikel Terkait
Felix Siauw Pertanyakan Konsep Prabowo Jadi Mediator Israel-AS vs Iran, Singgung Board of Peace hingga Desak Indonesia Mundur dari Dewan Keamanan
Connie Bakrie Sindir Dewan Perdamaian Bentukan Trump sebagai 'Board of War', Sebut Konflik Israel-AS vs Iran Jadi Kesempatan Indonesia Keluar dari BoP
Akibat Serangan Udara Iran Vs Amerika Serikat, Bubah Alfian dan Raisa Sempat Terjebak di Bandara Dubai: Saat Mendarat, Wajah Sudah Pucat
Menyusul Meninggalnya Pemimpin Revolusi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Iran Tutup Selat Hormuz, Apa Dampaknya bagi Dunia?
MUI Mengecam Serangan Israel-AS ke Iran yang Dinilai sebagai Pelanggaran Hukum Internasional, Desak Indonesia Keluar Board of Peace demi Kemanusiaan