Kamis, 4 Juni 2026

Ketegangan Timur Tengah Memuncak, 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz

Photo Author
- Rabu, 4 Maret 2026 | 16:00 WIB
Tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz  (YouTube Metro TV )
Tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz (YouTube Metro TV )

SketsaNusantara.id - Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.

Kini 2 kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan tertahan di perairan Teluk Persia.

Ini akibat dari penutupan jalur pelayaran strategis, Selat Hormuz, oleh otoritas Iran sebelumnya.

Baca Juga: Raisa Hampir Terjebak di Dubai, UEA Saat Meletusnya Perang Iran dengan Israel dan Amerika, Sang Make Up Artist Beri Penjelasan

Hingga saat ini pemerintah Indonesia terus mengupayakan jalur diplomasi intensif untuk memastikan keselamatan awak kapal dan kelancaran distribusi minyak mentah ke tanah air.

Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi dari Pertamina, oleh Muhammad Baron selaku VP Corporate Communication Pertamina.

Bahwa ternyata terdapat total 4 kapal tanker yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut, namun hanya 2 di antaranya terjebak di dalam zona risiko tinggi.

Baca Juga: Selat Hormuz di Tutup, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Beberkan Skenario Penyelamatan Stok BBM dari Dampak Perang Iran-Israel

"Di Selat Hormuz memang benar ada 2 kapal Pertamina yang masih ada disana, sebetulnya ada 4 tapi yang 2 ada di luar Selat Hormuz," ungkap Muhammad Baron dikutip dari kanal YouTube Metro TV.

Kapal tanker raksasa milik Pertamina ini telah menyelesaikan proses pemuatan (loading) minyak mentah di Ras Tanura, Arab Saudi, namun tidak dapat keluar dari Teluk Persia karena blokade jalur.

Meski demikian, Muhammad Baron memastikan bahwa hingga saat ini seluruh kru dalam kondisi aman dan selamat.

"Kami terus memantau dan memastikan keselamatan dari pada awak kapal kemudian juga terkait aset kapal yang ada disana,"tegasnya.

Untuk memastikan keselamatan seluruh awak kapal dan aset kapal tersebut maka kini pemerintah terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder baik dari kementerian luar negeri maupun pihak-pihak terkait.

Sementara itu, penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan respons atas serangan militer yang diluncurkan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X