Banjir luapan sungai terjadi pada Rabu malam, 12 Februari 2026. Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu meluapnya aliran sungai ke permukiman warga.
Air menggenangi rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian. Genangan juga masuk ke dalam sumur, menyebabkan pencemaran air bersih.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember mencatat sembilan kecamatan terdampak. Total terdapat 22 desa dan kelurahan yang mengalami banjir.
Jumlah warga terdampak mencapai 7.249 kepala keluarga. Sebagian besar masih membutuhkan bantuan dasar, terutama air bersih dan sanitasi.
PMI Jember terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Relawan disiagakan untuk memantau kondisi lapangan dan kebutuhan warga.
Distribusi air bersih menjadi prioritas utama. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit akibat kekurangan air layak konsumsi.
Upaya penanganan bencana akan terus dilakukan hingga situasi dinyatakan aman. PMI Jember memastikan bantuan tetap tersedia sesuai kebutuhan warga terdampak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dampak Banjir Bandang Jember Masih Terasa, PMI Salurkan 3.600 Liter Air Bersih ke Warga Desa Pakis Kecamatan Panti
Donor Darah Warga Desa Bangsalsari Jember Capai 77 Kantong, PMI Catat Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Perkuat Kesiapsiagaan Warga, SIBAT PMI Jember Gelar Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat dan Operasional Posko
Relawan PMI Jember Turun ke Pantai Watu Ulo, Dukung Gerakan Cinta Pantai Bersih demi Wisata Berkelanjutan
28 Relawan Ikuti Pelatihan Pertolongan Pertama PMI Jember, Disiapkan Hadapi Gempa, Banjir, dan Longsor dengan Standar Keselamatan Ketat