Kamis, 4 Juni 2026

Diterjang Cuaca Ekstrem Akibatkan Jembatan Putus dan Rumah di Jember Alami Kerusakan

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:20 WIB
Tim BPBD Jember melakukan assessment. (Dok BPBD Jember)
Tim BPBD Jember melakukan assessment. (Dok BPBD Jember)

SketsaNusantara.id – Cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada Jumat, 6 Februari 2026, kembali memicu rentetan bencana alam di beberapa titik.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, tercatat adanya peristiwa tanah longsor di Kecamatan Sumbersari serta banjir luapan yang memutus akses jembatan di Kecamatan Panti.

​Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo mengatakan intensitas hujan yang tinggi sejak sore hari menjadi faktor utama meningkatnya debit air sungai yang kemudian berdampak pada pemukiman dan infrastruktur warga.

Baca Juga: Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember

​Terkait kondisi di wilayah terdampak banjir, Edy menekankan bahwa perhatian utama saat ini adalah keselamatan warga yang terisolasi serta mereka yang terpaksa meninggalkan rumah.

​"Fokus kami saat ini adalah penanganan warga terdampak di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Akibat jebolnya Jembatan Cempaka lantaran arus deras Sungai Badean, aktivitas sekitar 10 kepala keluarga di Dusun Cempaka menjadi terhambat. Selain itu, setidaknya 10 warga dari Dusun Pertelon telah dievakuasi ke Polindes demi keamanan," ujar Edy Budi Susilo dalam keterangannya, Sabtu 7 Februari 2026.

​Meski debit air mulai menunjukkan tren penurunan sejak pukul 18.00 WIB, Edy menambahkan bahwa aliran sungai masih terpantau sangat deras dan membawa material lumpur.

Baca Juga: Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung

Pihaknya juga melaporkan adanya kendala pemadaman listrik di lokasi terdampak, namun akses bagi kendaraan roda dua melalui jalur alternatif masih bisa diupayakan.

​Selain banjir di Panti, bencana tanah longsor juga menghantam kawasan Jalan Sriwijaya, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Sebuah hunian milik warga bernama Abu Dhafin dilaporkan mengalami kerusakan berat.

​"Longsor di Karangrejo mengakibatkan pondasi rumah warga ambrol tergerus aliran irigasi. Kondisi bangunan saat ini miring dan mengalami keretakan parah sehingga sangat berisiko untuk ditempati. Pemilik rumah sudah kami arahkan untuk mengungsi ke tempat kerabat," jelas Edy.

Baca Juga: Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan

​Menanggapi situasi ini, BPBD Jember telah melakukan langkah-langkah darurat, di antaranya pendistribusian bantuan makanan dan kebutuhan dasar bagi pengungsi melalui Dinas Sosial, penyiapan tim medis dari Dinas Kesehatan di titik pengungsian (Polindes).

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk asesmen perbaikan jembatan dan plengsengan yang rusak.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X