Kamis, 4 Juni 2026

Terindikasi Makanan Belum Matang, Ratusan Siswa dan Tenaga Pengajar SMPN 1 Umbulsari Alami Gangguan Pencernaan

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 Februari 2026 | 16:11 WIB
Ilustrasi penyajian MBG. (Instagram/badangizinasional.ri)
Ilustrasi penyajian MBG. (Instagram/badangizinasional.ri)

SketsaNusantara.id - Pasca insiden terjadinya dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menimpa 112 siswa dan tenaga pengajar di SMPN 1 Umbulsari.

Pihak sekolah masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pihak puskesmas setempat, untuk memastikan penyebab terjadinya dugaan keracunan MBG tersebut.

Kepala SMPN 1 Umbulsari mengatakan, kejadian ini bermula karena banyaknya siswa dan tenaga pengajar yang mengalami gangguan pencernaan.

Baca Juga: Alami Gangguan Pencernaan Hingga Dilarikan ke Faskes, Ratusan Siswa dan Tenaga Pengajar di SMPN 1 Umbulsari Jember Diduga Keracunan MBG

“Mereka mondar-mandir ke kamar mandi, ya dugaan kami karena MBG dan totalnya 112 di antaranya 99 siswa dan 13 tenaga pengajar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 6 Februari 2026.

Setelah adanya gangguan pencernaan, Mamik menyampaikan telah menghubungi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat untuk mengkonfirmasi.

“Kami langsung kontak SPPGnya, kemudian kami minta menghubungi pihak puskesmas untuk melakukan pemeriksaan,” paparnya.

Baca Juga: Dorong Pelaksanaan MBG Berjalan Optimal, Ketua DPRD Jember: SPPG Harus Patuhi Standar BGN

Kemudian, petugas kesehatan setempat langsung melakukan pemeriksaan kepada siswa dan tenaga pengajar, ternyata ada 11 yang membutuhkan perawatan.

“Jadi setelah datang dicek semua, kalau ada siswa yang setelah diperiksa oleh petugas kondisinya bagus disuruh masuk kelas langsung,” imbuhnya.

Mamik menuturkan, jika petugas dari puskesmas sempat bertanya pada siswa yang mengalami gangguan pencernaan.

Baca Juga: Jember Targetkan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Satgas Khusus dan Integrasi Program MBG

“Mereka (siswa) menyampaikan kalau ada beberapa makanan yang belum matang, dan mungkin itu indikasinya,” jelasnya.

Ia menerangkan, kalau ada 11 anak yang dilakukan observasi oleh pihak sekolah dan menunggu hasilnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X