SketsaNusantara.id - Banjir bandang yang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember menyisakan persoalan lanjutan bagi warga terdampak. Kerusakan rumah bukan satu-satunya dampak yang dirasakan setelah air surut.
Ketersediaan air bersih menjadi masalah utama yang langsung dirasakan warga. Puluhan pipa saluran air milik warga terputus dan tidak lagi dapat digunakan.
Bencana tersebut terjadi pada Senin malam dan mengakibatkan sekitar 20 pipa saluran air sepanjang 120 meter rusak. Saluran itu sebelumnya mengalirkan air langsung ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: Semangat Kemanusiaan Warga Sumberbaru, PMI Kecamatan Hasilkan 41 Kantong Darah untuk UDD PMI Jember
Untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga, Palang Merah Indonesia atau PMI Jember melakukan distribusi air bersih. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026.
PMI Jember menurunkan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Air bersih kemudian didistribusikan ke tiga titik lokasi di Desa Pakis.
Di setiap lokasi, PMI menempatkan tandon air berkapasitas 1.200 liter. Penempatan tandon dilakukan agar warga lebih mudah mengakses air bersih setiap hari.
Baca Juga: Banjir Bandang Seret 120 Meter Pipa Air Pakis, PMI Jember Turun dengan Tandon dan Armada Tangki
“Hari ini air bersih kita distribusikan ke warga terdampak di desa Pakis, kecamatan Panti. Dan kemarin tandon air dari PMI Jember sudah disebar di tiga lokasi. Hari ini tandon tersebut kita isi penuh untuk memenuhi kebutuhan warga di desa ini pasca banjir bandang,” tutur Ghufron Eviyan Efendi, Sekretaris PMI Jember.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kedatangan truk tangki air bersih langsung disambut warga. Mereka datang membawa botol bekas air mineral hingga ember kecil dari rumah masing-masing.
Warga terlihat mengantre secara tertib untuk mengambil air bersih. Air tersebut kemudian dibawa pulang untuk kebutuhan minum dan keperluan harian lainnya.
PMI Jember memastikan distribusi air bersih tidak dilakukan sekali saja. Pengisian tandon akan dilakukan secara berkala menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Distribusi menggunakan truk tangka ini kita lakukan dua kali dalam sehari, pagi dan sore sampai kondisi ketersediaan air bersih di lokasi terdampak bencana banjir bandang normal Kembali seperti sebelum bencana terjadi,” tambah Ghufron.
Penyaluran bantuan air bersih ini dilakukan berdasarkan hasil asesmen relawan PMI Jember. Relawan tersebut langsung turun ke lokasi saat banjir bandang terjadi.
Artikel Terkait
Luapan Sungai Kepung Jember Rabu Sore, Puluhan Rumah Terendam, PMI Bergerak Lakukan Penanganan Awal
Aksi Kemanusiaan Warga Sumberjambe, Donor Darah PMI Hasilkan 37 Kantong untuk Perkuat Stok Darah Jember
PMI Jember Inovasi Donor Darah Lewat Program Suvenir Beras, Pendonor Pemula Meningkat Signifikan
Tak Sekedar Bantuan, Relawan PMI Jember Transfer Ilmu Klorinasi di Lokasi Bencana Pidie Jaya untuk Jaga Kualitas Air Bersih
Edukasi Lewat Simulasi Nyata, PMI Jember Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana pada Pelajar MTs Miftahul Ulum Gumukmas