SketsaNusantara.id - Ada pemandangan lain yang terjadi di dunia pendidikan vokasi Bondowoso baru-baru ini. Uniknya, dua sekolah pusat kota tape ini bukannya bersaing secara kaku, namun dua institusi yakni SMKN 3 Bondowoso dan SMKN 2 Bondowoso ini justru menunjukkan aksi kolaborasi yang luar biasa.
Sejumlah siswa dan guru dari SMKN 3 Bondowoso terlihat asyik belajar di salah satu kelas di satuan pendidikan SMKN 2 Bondowoso, Selasa 27 Januari 2026.
Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menjelaskan, langkahnya tersebut merupakan bagian dari program benchmarking dan transfer kompetensi yang dirancang untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didiknya pada kompetensi menjahit.
“Mereka itu belajar menjahit dalam rangka menguatkan kompotensinya pada jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR) sebulan penuh di SMKN 2 Bondowoso,” ujar Daris senang.
Daris juga menambahkan, langkah yang dilakukannya ini bukan tanpa alasan. Dalam dunia otomotif modern, jelasnya, kemampuan interior custom seperti menjahit jok kulit, dashboard, hingga plafon mobil menjadi keahlian yang sangat mahal dan dicari oleh industri modifikasi.
Seperti diketahui, peserta didik dan guru TBKR SMKN 3 Bondowoso terlihat tampak serius di depan mesin jahit. Mereka dipandu langsung oleh instruktur dan siswa dari Jurusan Desaign dan Produksi Busana (DPB) SMKN 2 Bondowoso. Mereka mempelajari dasar-dasar pola, jenis-jenis kain/kulit sintetis, hingga teknik jahitan ganda (double stitch) yang biasanya ditemukan pada interior mobil mewah.
"Ternyata beda sekali rasanya pegang jarum dengan pegang kunci pas. Menjahit interior mobil itu butuh banyak belajar,” ujar Rendi Radiansyah, siswa kelas XI TBKR.
Farid Yasir selaku Guru TBKR SMKN 3 Bondowoso yang juga ikut “sekolah” menyampaikan, kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan skill tambahan bagi siswa, terlebih penguasaan teknik menjahit.
“Lulusan TBKR nantinya tidak hanya ahli dalam memperbaiki bodi mobil yang penyok diperbaiki dengan mengecat, tetapi juga mampu merestorasi total interior kendaraan,” imbuh Farid.
Baca Juga: Bukan 7 Orang? Usut Kematian Lula Lahfah, Polda Metro Jaya Periksa 10 Saksi Termasuk Reza Arap
Kepala SMKN 2 Bondowoso Sofyan Sauri menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai sebagai perwujudan nyata dari konsep "SMK Pusat Keunggulan" yang inklusif dan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Tidak hanya bagi siswa SMKN 3 Bondowoso, tetapi juga bagi siswa SMKN 2 sendiri.
"Kami sangat terbuka dan bangga bisa berbagi fasilitas serta ilmu dengan siswa SMKN 3 Bondowoso. Silahkan memperkaya keahlian spesifik dalam bidang jahit menjahit," pungkas Sofyan.***
Artikel Terkait
Dilantik Sebagai Kepala SMKN 3 Bondowoso, Kasek Baru ini Usung Visi Besar “K-Negabon Meroket”
Dukung Inovasi Gubernur Jatim, SMKN 3 Bondowoso Gandeng Dinas Pertanian Wujudkan Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan
Semangat Kemanusiaan di SMKN 2 Jember, PMR Wira Kumpulkan 26 Kantong Darah untuk PMI Jember