Kamis, 4 Juni 2026

Kuatkan Kompetensi Desain Interior Mobil, Siswa dan Guru SMKN 3 Bondowoso Sebulan Penuh "Bersekolah” di SMKN 2 Bondowoso

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Rabu, 28 Januari 2026 | 20:00 WIB
Guru dan siswa SMKN 3 Bondowoso sedang praktek menjahit untuk kebutuhan jok mobil. (SketsaNusantara.id)
Guru dan siswa SMKN 3 Bondowoso sedang praktek menjahit untuk kebutuhan jok mobil. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Ada pemandangan lain yang terjadi di dunia pendidikan vokasi Bondowoso baru-baru ini. Uniknya, dua sekolah pusat kota tape ini bukannya bersaing secara kaku, namun dua institusi yakni SMKN 3 Bondowoso dan SMKN 2 Bondowoso ini justru menunjukkan aksi kolaborasi yang luar biasa.

Sejumlah siswa dan guru dari SMKN 3 Bondowoso terlihat asyik belajar di salah satu kelas di satuan pendidikan SMKN 2 Bondowoso, Selasa 27 Januari 2026.

Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menjelaskan, langkahnya tersebut merupakan bagian dari program benchmarking dan transfer kompetensi yang dirancang untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didiknya pada kompetensi menjahit.

Baca Juga: Restorative Justice Hogi Minaya Belum Selesai, Pengacara Toni RM Angkat Suara: Tidak Semudah Itu, Begini Aturannya...

“Mereka itu belajar menjahit dalam rangka menguatkan kompotensinya pada jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR) sebulan penuh di SMKN 2 Bondowoso,” ujar Daris senang.

Daris juga menambahkan, langkah yang dilakukannya ini bukan tanpa alasan. Dalam dunia otomotif modern, jelasnya, kemampuan interior custom seperti menjahit jok kulit, dashboard, hingga plafon mobil menjadi keahlian yang sangat mahal dan dicari oleh industri modifikasi.

Seperti diketahui, peserta didik  dan guru TBKR SMKN 3 Bondowoso terlihat tampak serius di depan mesin jahit. Mereka dipandu langsung oleh instruktur dan siswa dari Jurusan Desaign dan Produksi Busana (DPB) SMKN 2 Bondowoso. Mereka mempelajari dasar-dasar pola, jenis-jenis kain/kulit sintetis, hingga teknik jahitan ganda (double stitch) yang biasanya ditemukan pada interior mobil mewah.

Baca Juga: Menggila di Kandang! Timnas Futsal Indonesia Hancurkan Korea Selatan 5-0 di AFC Futsal Asian Cup 2026

"Ternyata beda sekali rasanya pegang jarum dengan pegang kunci pas. Menjahit interior mobil itu butuh banyak belajar,” ujar Rendi Radiansyah, siswa kelas XI TBKR.

Farid Yasir selaku Guru TBKR SMKN 3 Bondowoso yang juga ikut “sekolah” menyampaikan, kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan skill tambahan  bagi siswa, terlebih penguasaan teknik menjahit.

“Lulusan TBKR nantinya tidak hanya ahli dalam memperbaiki bodi mobil yang penyok diperbaiki dengan mengecat, tetapi juga mampu merestorasi total interior kendaraan,” imbuh Farid.

Baca Juga: Bukan 7 Orang? Usut Kematian Lula Lahfah, Polda Metro Jaya Periksa 10 Saksi Termasuk Reza Arap

Kepala SMKN 2 Bondowoso Sofyan Sauri menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai sebagai perwujudan nyata dari konsep "SMK Pusat Keunggulan" yang inklusif dan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Tidak hanya bagi siswa SMKN 3 Bondowoso, tetapi juga bagi siswa SMKN 2 sendiri.

"Kami sangat terbuka dan bangga bisa berbagi fasilitas serta ilmu dengan siswa SMKN 3 Bondowoso. Silahkan memperkaya keahlian spesifik dalam bidang jahit menjahit," pungkas Sofyan.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X