SketsaNusantara.id - Kayu gelondongan yang sempat viral di media sosial dan ditemukan berserakan di kawasan Pantai Larangan, Kabupaten Tegal, dipastikan bukan hasil aktivitas penebangan liar.
Kepastian tersebut disampaikan setelah dilakukan pengecekan langsung oleh aparat kepolisian bersama pihak Perhutani.
Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa kayu-kayu tersebut merupakan vegetasi alami yang terbawa arus banjir dari lereng Gunung Slamet.
Baca Juga: Termasuk Bagian TNI, Nama Deddy Corbuzier Ikut Diseret Netizen Imbas Kasus Pedagang Es Gabus Viral: Jangan Gara-gara Seragam Mukulin Orang!
Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang disampaikan oleh @RadioElshinta melalui akun X resminya, yang menyebutkan bahwa proses pengecekan dilakukan oleh Polres Tegal bersama Perhutani.
Dalam keterangannya, aparat memastikan tidak ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
“Kayu gelondongan yang sempat viral di Pantai Larangan, Kabupaten Tegal, dipastikan bukan hasil penebangan ilegal,” demikian keterangan yang disampaikan @RadioElshinta, Sabtu, 27 Januari 2026.
Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang disampaikan oleh @RadioElshinta melalui akun X resminya, yang menyebutkan bahwa proses pengecekan dilakukan oleh Polres Tegal bersama Perhutani.
Dalam keterangannya, aparat memastikan tidak ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
“Kayu gelondongan yang sempat viral di Pantai Larangan, Kabupaten Tegal, dipastikan bukan hasil penebangan ilegal,” demikian keterangan yang disampaikan @RadioElshinta, Sabtu, 27 Januari 2026.
Baca Juga: Tak Hanya Dituding, Penjual Es Gabus Sudrajat Mengaku Dipukul dan Diperlakukan Kasar: Ditonjok, Disabet Selang, hingga Ditendang Oknum Aparat
Isu kayu gelondongan ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.
Sejumlah warga menduga kayu-kayu besar yang terdampar di pantai tersebut berasal dari praktik pembalakan liar di kawasan hutan sekitar.
Dugaan tersebut memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan lemahnya pengawasan kawasan hutan.
Isu kayu gelondongan ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.
Sejumlah warga menduga kayu-kayu besar yang terdampar di pantai tersebut berasal dari praktik pembalakan liar di kawasan hutan sekitar.
Dugaan tersebut memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan lemahnya pengawasan kawasan hutan.
Baca Juga: Ramai Isu Reshuffle, Keponakan Prabowo, Budi Dijwandono Diisukan Merapat ke Kabinet, Gantikan Menlu Sugiono?
Menanggapi hal itu, Polres Tegal bersama Perhutani segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan asal-usul kayu tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kayu-kayu itu bukan berasal dari aktivitas manusia, melainkan akibat fenomena alam.
“Setelah dilakukan pengecekan, Polres Tegal bersama Perhutani memastikan kayu tersebut merupakan vegetasi alami yang terbawa banjir dari lereng Gunung Slamet,” tulis @RadioElshinta dalam laporannya.
Administrator Perhutani KPH Pekalongan, Maria Endah Ambarwati, turut memberikan penjelasan terkait temuan tersebut.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan karakteristik kayu dan kondisi lapangan, kayu gelondongan itu bukan hasil tebangan baru.
“Kayu-kayu tersebut merupakan vegetasi alami yang hanyut terbawa banjir,” ujar Maria Endah Ambarwati sebagaimana dikutip @RadioElshinta.
Menurutnya, intensitas hujan tinggi yang terjadi di kawasan Gunung Slamet dalam beberapa waktu terakhir berpotensi menyebabkan longsor dan banjir bandang.
Kondisi tersebut memungkinkan material alam seperti batang pohon, ranting, dan tanah terbawa aliran air hingga ke wilayah pesisir.
Fenomena serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah Pantura Jawa Tengah.
Setiap musim hujan dengan curah tinggi, sejumlah daerah kerap mengalami kiriman material alami dari wilayah hulu, termasuk kayu gelondongan yang terbawa aliran sungai hingga bermuara di laut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan ini diambil setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk koordinasi dengan pihak Perhutani yang memiliki kewenangan dan data pengelolaan kawasan hutan.
Dengan hasil tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.***
Menanggapi hal itu, Polres Tegal bersama Perhutani segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan asal-usul kayu tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kayu-kayu itu bukan berasal dari aktivitas manusia, melainkan akibat fenomena alam.
“Setelah dilakukan pengecekan, Polres Tegal bersama Perhutani memastikan kayu tersebut merupakan vegetasi alami yang terbawa banjir dari lereng Gunung Slamet,” tulis @RadioElshinta dalam laporannya.
Administrator Perhutani KPH Pekalongan, Maria Endah Ambarwati, turut memberikan penjelasan terkait temuan tersebut.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan karakteristik kayu dan kondisi lapangan, kayu gelondongan itu bukan hasil tebangan baru.
“Kayu-kayu tersebut merupakan vegetasi alami yang hanyut terbawa banjir,” ujar Maria Endah Ambarwati sebagaimana dikutip @RadioElshinta.
Menurutnya, intensitas hujan tinggi yang terjadi di kawasan Gunung Slamet dalam beberapa waktu terakhir berpotensi menyebabkan longsor dan banjir bandang.
Kondisi tersebut memungkinkan material alam seperti batang pohon, ranting, dan tanah terbawa aliran air hingga ke wilayah pesisir.
Fenomena serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah Pantura Jawa Tengah.
Setiap musim hujan dengan curah tinggi, sejumlah daerah kerap mengalami kiriman material alami dari wilayah hulu, termasuk kayu gelondongan yang terbawa aliran sungai hingga bermuara di laut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan ini diambil setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk koordinasi dengan pihak Perhutani yang memiliki kewenangan dan data pengelolaan kawasan hutan.
Dengan hasil tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Oknum Polisi dan Tentara Minta Maaf Setelah Viral Lakukan Tuduhan dan Pemukulan Terhadap Penjual Es Gabus Jadul di Kemayoran
Nasib Sudrajat, Pedagang Es Gabus Jadul Dapat Hadiah Motor Polres Depok hingga Bantuan dari Pemkab Bogor Usai Dituduh Dagangannya Tak Layak Konsumsi
Sudah Terbukti Aman, Penjual Es Gabus yang Viral Mengaku Sempat Dipukuli Aparat
Didominasi Pendonor Pemula, Aksi Donor Darah PMR Wira SMAN 1 Kalisat Jember Tunjukkan Kepedulian Generasi Muda
Kecelakaan KA Gajayana 35 dengan Truk di Perlintasan Kebumen, Jalur Kereta Sempat Ditutup Sementara
Kronologi Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Berikut Video Detik-Detik Sebelum Jatuh, Warga Sekitar Sempat Merekam