“Kami berterima kasih kepada bapak ibu guru dan siswa. Daerah Kepanjen ini berada di pesisir pantai yang sangat rawan gempa bumi dan tsunami. Simulasi ini adalah bekal hidup,” ujar Aep Ganda Permana.
Kepala SDN 01 Kepanjen, Irwan Aditya, menyebut simulasi menjadi kebutuhan penting sekolah. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur sekolah. Guru dan siswa mengikuti rangkaian dengan serius.
“Kami senang adanya simulasi ini. Agar kami lebih siaga jika sewaktu-waktu ada bencana gempa bumi atau tsunami,” kata Irwan Aditya.
Simulasi ini dirancang agar dapat diulang secara berkala. Tujuannya membentuk kebiasaan siaga sejak dini. SDN 01 Kepanjen menjadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari budaya sekolah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Tak Perlu Biaya dan Siaga Seharian, PMI Jember Luncurkan Ambulans Jenazah Gratis 24 Jam untuk Bantu Keluarga Duka
SIBAT Tumpakrejo Jadi Contoh Nasional, PMI Jember Studi Tiru Kemandirian Relawan Bencana Berbasis Desa dan Ekonomi Kreatif
Menghadapi Ancaman Megathrust, Sibat PMI Jember Lakukan Reboisasi dan Sosialisasi Mitigasi di Pesisir Selatan
PMI Jember Kembali Kirim Relawan ke Aceh, Bertugas Olah Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor
Semangat Kemanusiaan di SMKN 2 Jember, PMR Wira Kumpulkan 26 Kantong Darah untuk PMI Jember