Kamis, 4 Juni 2026

Lampaui Kabupaten Tetangga di Sekarkijang, Jember Tembus 7 Besar PAD Tertinggi di Jawa Timur

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 22 Januari 2026 | 18:35 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat menyampaikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)
Bupati Jember Gus Fawait saat menyampaikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Kabupaten Jember mencatatkan sejarah baru dalam kemandirian fiskal daerah. Di awal tahun 2026 ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember secara resmi melampaui ambang batas Rp1 triliun.

Angka fantastis ini tidak hanya mengukuhkan Jember sebagai penguasa fiskal di wilayah Karesidenan Besuki (Sekarkijang), tetapi juga melejitkan posisinya ke peringkat ke-5 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Pencapaian ini terbilang fenomenal karena Jember berhasil menyalip banyak daerah lain yang secara tradisional memiliki basis industri lebih kuat.

Baca Juga: Gandeng Pemkab Jember, Kepala BKN Prof Zudan Ingatkan ASN Fokus Pastikan Kesejahteraan Rakyat

Uniknya, lompatan pendapatan ini diraih bukan dengan cara konvensional seperti menaikkan tarif pajak, melainkan melalui strategi insentif balik modal yang jarang berani diterapkan oleh pemerintah daerah lain.

Di saat banyak daerah cenderung menaikkan beban retribusi untuk menutup celah anggaran, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait justru mengambil arah berlawanan.

Jember menerapkan kebijakan pembebasan tarif parkir, penurunan retribusi pasar, hingga pemberian diskon pajak strategis.

Baca Juga: Sinergi Pemkab Jember dengan BKN, Bupati Gus Fawait Tegaskan Komitmen Pengangkatan PPPK

"Kami mengubah paradigma lama. Jika daerah lain mungkin fokus pada peningkatan tarif, Jember fokus pada perluasan basis pajak lewat stimulus ekonomi. Saat masyarakat diberi kelonggaran, ekonomi berputar lebih kencang, dan secara otomatis kontribusi terhadap PAD justru meningkat," ungkap Gus Fawait, Kamis 22 Januari 2026.

Keunggulan Jember dibandingkan kabupaten lain juga terletak pada akurasi kebijakan. Kepala Bapenda Jember, Achmad Imam Fauzi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari "rekayasa fiskal" yang presisi.

Beberapa faktor kunci yang membuat Jember lebih unggul termasuk adanya analisis data terintegrasi. Kebijakan insentif tidak diambil secara acak, melainkan melalui kajian ilmiah terhadap kepatuhan wajib pajak.

Baca Juga: Pemkab Jember Luncurkan Program Peta Cinta, DPC PKB Jember: Ini Langkah Baik untuk Mendekatkan Pelayanan Adminduk ke Masyarakat

Penghapusan ego sektoral juga dilakukan. Berbeda dengan birokrasi kaku di daerah lain, OPD di Jember bekerja secara kolektif untuk mengejar target PAD sebagai tanggung jawab bersama.

Keberanian mengambil risiko fiskal di tengah pengetatan anggaran nasional menjadi pembeda utama kualitas manajerial Pemkab Jember saat ini.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X