SketsaNusantara.id - Wilayah selatan Pulau Jawa berada di kawasan rawan bencana geologi. Letaknya yang berhadapan langsung dengan samudra menjadikannya rentan gempa dan tsunami. Ancaman megathrust menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Indonesia sendiri berada di jalur cincin api Pasifik. Kondisi tersebut membuat banyak daerah memiliki potensi bencana alam tinggi. Kawasan pesisir menjadi salah satu wilayah paling berisiko terdampak.
Kesadaran akan risiko ini mendorong berbagai upaya mitigasi berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan di Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menyasar wilayah pesisir selatan yang padat aktivitas warga.
Minggu pagi, 18 Januari 2026, Sibat PMI Desa Kepanjen menggelar reboisasi. Kegiatan ini dipadukan dengan sosialisasi mitigasi bencana. Lokasi kegiatan berada di bibir pantai Kecamatan Gumukmas.
Kegiatan tersebut menandai satu tahun berdirinya Sibat Desa Kepanjen. Selama setahun, kelompok ini aktif mengedukasi masyarakat pesisir. Pendampingan dilakukan bersama PMI Jember dan Palang Merah Jepang.
Reboisasi dilakukan sepanjang kawasan pantai. Penanaman pohon melibatkan PMI Jember, PMI Jepang, Sibat, dan masyarakat. Penghijauan diarahkan sebagai upaya pencegahan abrasi pantai.
Selain abrasi, vegetasi pantai berfungsi sebagai pelindung alami. Tanaman dapat meredam angin kencang dan gelombang besar. Fungsi tersebut penting dalam konteks ancaman tsunami.
Kepala Desa Kepanjen, Sukamid, mengapresiasi peran Sibat di wilayahnya. Ia menilai keterlibatan warga dalam kesiapsiagaan terus meningkat. “Kontribusi Sibat mengedukasi masyarakat desa kepanjen mengenai resiko bencana alam sangatlah luar biasa, saya bangga mereka berpartisipasi aktif dimasyarakat,” kata Sukamid.
Sosialisasi mitigasi diberikan kepada warga sekitar pantai. Materi mencakup pengenalan risiko bencana dan langkah kesiapsiagaan. Warga diajak memahami peran lingkungan dalam pengurangan dampak bencana.
Ketua Sibat Desa Kepanjen, Imam Muklis, menjelaskan fokus kegiatan tersebut. Wilayah pesisir selatan disebut memiliki potensi ancaman serius. “Wilayah kita berada di pesisir selatan., kami berharap dengan adanya sosialisasi, masyarakat lebih siap. Semoga kita selalu dijauhkan dari bencana, namun kesiapan adalah kunci,” tutur Imam Muklis.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pihak terkait. Camat Gumukmas, Dani Alkolin, hadir bersama jajaran kecamatan. Pemerintah desa juga turut mendampingi kegiatan lapangan.
Pengurus PMI Kabupaten Jember ikut terlibat langsung. Japanese Red Cross Society juga hadir sebagai mitra pendamping. Selama setahun terakhir, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Pulang Operasi SAR Gunung Slamet, Mobil Elf PMI Kota Magelang Kecelakaan di Purbalingga, Diduga Karena Rem Blong
Hari Kedua Pelatihan MTDB PMI Jember Bahas Isu Sensitif Pengungsian, dari PSEA hingga Konsep Bilik Asmara
Sinergi Perkebunan dan PMI Jember, Kebun Mumbul Perkuat Stok Darah Lewat Donor Rutin
3 Hari Latihan PMI Jember dan PMI Jepang Berakhir Simulasi Banjir Bandang, Fokus Manajemen Posko dan Koordinasi Lapangan
Siaga Penuh Diberlakukan, PMI Jember Antisipasi Lonjakan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan Memuncak