Ia menegaskan kembali bahwa menunjukkan bahwa situasinya sudah sangat parah dan bantuan darurat tidak bisa ditunda lagi.
Sistem klasifikasi fase darurat dalam dunia penerbangan terdiri dari tiga kategori Utama, yaitu INCERFA, ALERFA, dan DETRESFA.
Dalam unggahannya akun tersebut menjelaskan bahwa DETRESFA merupakan tingkat tertinggi dari tiga fase darurat penerbangan, setelah INCERFA (Uncertainty Phase) dan ALERFA (Alert Phase).
Baca Juga: Kabar Gembira! Tiket Pesawat Jember-Jakarta Turun Harga dan Kapasitas Penumpang Naik
Penetapan status DETRESFA menandakan bahwa telah terjadi ancaman nyata baik terhadap pesawat maupun terhadap keselamatan awak serta penumpang di dalamnya.
Pada fase ini, koordinasi SAR (Search and Rescue) dan respons dari otoritas penerbangan dilakukan secara penuh dan menyeluruh.
Salah satu poin penting yang ikut disorot publik adalah fakta bahwa pesawat dinyatakan hilang pada saat mendekati fase pendaratan.
Kondisi tersebut menjadikan investigasi awal semakin krusial karena biasanya fase pendaratan melibatkan komunikasi dan kontrol yang lebih intens antara pilot dan ATC (Air Traffic Controller).***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dinas Lingkungan Hidup dan Perannya dalam Menjaga Keberlanjutan Lingkungan Daerah
Guru SMK di Jambi Diduga Dikeroyok Siswa, Versi Siswa dan Guru Terungkap, Dari Teguran Kelas hingga Aksi Solidaritas
Fokus Pembentukan Karakter Siswa, IPNU-IPPNU di Jombang Gelar Makesta
4 Fakta Insiden Remaja yang Diduga Jatuh dan Tenggelam di Sungai Tanggul, Jember, Kronologi hingga Update dari Tim SAR
Hasil Visum Ungkap Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Meninggal Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan