SketsaNusantara.id - Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menyisakan dampak panjang bagi warga desa. Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak. Sawah terendam, masa panen terhenti, dan penghasilan petani terputus mendadak.
Kondisi tersebut terjadi di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang. Desa ini sebelumnya mengalami gagal panen usai banjir bandang akhir November 2025. Hingga pertengahan Januari 2026, pemulihan pertanian masih berjalan terbatas.
Influencer Virdian Aurellio membagikan kondisi terkini desa tersebut. Ia turun langsung meninjau wilayah terdampak bersama relawan kemanusiaan. Kegiatan itu dibagikan melalui unggahan media sosial pribadinya.
Dalam kunjungannya, Virdian menyampaikan bahwa relawan berupaya mendorong pemulihan pertanian secara bertahap. Fokus awal diarahkan pada perencanaan dan pemetaan kebutuhan petani. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan tepat sasaran.
“Halo teman-teman. Kita lagi di Desa Sukajadi, kita pengen bantu prototyping program pemulihan pertanian,” ujar Virdian.
Ia menjelaskan, sebagian besar petani belum mendapatkan bantuan benih maupun pupuk. Proses pendataan baru dilakukan oleh aparatur desa setempat. Kondisi ini membuat masa tanam berikutnya terancam tertunda.
Baca Juga: Didukung BRI dan BUMN, 600 Hunian Danantara Resmi Dihuni Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Dalam unggahannya, Virdian menyebut mayoritas warga Desa Sukajadi bekerja sebagai petani. Ketergantungan ekonomi terhadap sektor pertanian sangat tinggi. Ketika panen gagal, dampaknya langsung terasa pada kehidupan sehari-hari.
Relawan kemudian menyusun konsep akselerasi pemulihan pertanian. Target produksi gabah diperkirakan mencapai puluhan ton. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan kelompok tani setempat.
Di lapangan, Virdian juga berdialog langsung dengan warga. Seorang petani menceritakan bahwa banjir datang saat masa panen tiba. Hasil pertanian yang hampir dipanen akhirnya rusak seluruhnya.
“Karena kebetulan mau panen, tiba-tiba kena bencana ini, jadi gagal panen,” ungkap seorang petani Desa Sukajadi.
Gagal panen ini tidak hanya berdampak pada satu keluarga. Hampir seluruh petani mengalami kondisi serupa. Sawah terendam air, tanaman rusak, dan biaya produksi hilang.
Situasi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan lokal. Relawan menilai harga bibit dan beras bisa meningkat. Kesulitan memperoleh bahan tanam menjadi tantangan utama petani.
Artikel Terkait
Kayu Gelondongan Jadi Tantangan Relawan saat Distribusi Bantuan Banjir Bandang Aceh
Sumur Bor Korban Banjir Disebut Capai Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Unggah Bukti Sumur Rp15 Juta
Video Guru Aceh Tengah Menyeberangi Sungai Deras Viral dan Tuai Perhatian Publik
Jembatan Penghubung Desa Reje Payung-Jamat Putus, Ratusan Warga Aceh Tengah Masih Terisolir
Banjir Bandang Aceh Tengah Tinggalkan Luka Panjang, Kepala Desa Ungkap Nasib Warga saat Jalan Tak Kunjung Pulih