SketsaNusantara.id - Muhammadiyah telah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Kabar tersebut diumumkan langsung melalui laman resmi Muhammadiyah dan disebarluaskan melalui akun media sosialnya.
Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah berdasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman Majeli Tarjih dan Tajdid Muhammdiyah.
"Berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa penetapan 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026," demikian pernyataan yang tertulis dalam unggahan akun Instagram @kabarmuhammadiyah.
Pengumuman ini disambut antusisas, terutama bagi umat muslim warga Muhammadiyah yang menjadi pertanda awal puasa tahun 2026.
Meski begitu, penetapan awal Ramadan versi Muhammadiyah diperkirakan tidak akan sejalan dengan keputusan Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah.
Peneliti di Pusat Riset Antariksa Badan Riset Inovasi Nasional mengungkapkan bahwa secara astronomi posisi hilal pada waktu tersebut belum memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura).
Baca Juga: Siap-siap Mudik! Ini Jadwal Pemesanan Tiket Kereta Api Edisi Lebaran 2026, Cek Sekarang Juga
Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan kriteria wujudul hilal, yakni ketika Bulan telah berada di atas ufuk lebih dari 0 derajat, tanpa mempersoalkan tinggi hilal dan elongasi atau jarak sudut antara Bulan dan Matahari.
Sementara itu, NU dan pemerintah menggunakan kriteria MABIMS dengan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung hilal yang mensyaratkan tinggi Bulan minimal 2–3 derajat di atas ufuk dengan elongasi minimal 6,4 derajat.
"Kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam yaitu kurva kuning dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik," ucap Prof Thomas Djamaluddin, Peneliti Pusat Antariksa BRIN pada hari Sabtu, 10 Januari 2026.
Baca Juga: Rahasia Puasa Asyura di Bulan Muharram: Keutamaan, Hukum, dan Amalan Sunah
"Posisi tersebut baru terpenuhi di wilayah Amerika, sehingga di Asia Tenggara termasuk Indonesia belum memenuhi kriteria," sambungnya.
Artikel Terkait
5 Spot Ngabuburit Asyik di Jember dan Selalu Ramai Dikunjungi saat Ramadhan, Jangan Lupakan Takjil Terbaikmu
Belum Bayar Hutang Puasa Ramadhan Bolehkah Puasa Syawal? Buya Yahya Sebut Ketentuan dan Syarat Ini: Ada Solusi Indah
Non Muslim Tapi Ini yang Dilakukan Sarwendah Pada Bulan Ramadhan, Bukan Hanya Berbagi Tapi Ajarkan Hal Ini untuk Anak-anaknya
Sambut Ramadhan, Ormas Muslimat di Nganjuk Siapkan Berbagai Kegiatan
3 Film Imajinari Pictures yang Bakal Tayang 2026, Ernest Kembali Jadi Sutradara hingga Film Terbaru Iqbaal Ramadhan