SketsaNusantara.id - Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, menjadi fenomena unik yang tak disangka-sangka.
Patung yang awalnya sempat viral karena bentuknya yang dinilai warganet aneh hingga memicu bahan candaan di media sosial, kini justru bertransformasi menjadi aset yang bernilai tinggi bagi desa.
Tak hanya mendatangkan wisatawan, patung ini bahkan menjadi buruan para kolektor seni dari berbagai daerah hingga ditawar dengan harga fantastis.
Baca Juga: Kronologi Perempuan Asal Palembang Cosplay Jadi Pramugari Gadungan Batik Air hingga Lolos Terbang ke Jakarta
Namun, pemerintah desa bersama warga sepakat untuk tidak melepas patung tersebut dalam bentuk apa pun, karena kini telah dianggap sebagai ikon kebanggaan desa.
Fenomena ini bermula ketika foto patung Macan Putih beredar di media sosial dan mengundang perhatian publik dari seluruh Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @pembasmii.kehaluan, disebutkan bahwa situasi ini dapat diibaratkan sebagai pepatah, “dibalik musibah ada hikmah”, karena patung yang sempat dicibir itu justru menjadi berkah besar bagi warga.
Namun, pemerintah desa bersama warga sepakat untuk tidak melepas patung tersebut dalam bentuk apa pun, karena kini telah dianggap sebagai ikon kebanggaan desa.
Fenomena ini bermula ketika foto patung Macan Putih beredar di media sosial dan mengundang perhatian publik dari seluruh Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @pembasmii.kehaluan, disebutkan bahwa situasi ini dapat diibaratkan sebagai pepatah, “dibalik musibah ada hikmah”, karena patung yang sempat dicibir itu justru menjadi berkah besar bagi warga.
Baca Juga: Nekat! Perempuan Ini Menyamar Jadi Pramugari Gadungan Batik Air, Terbang dari Palembang-Jakarta hingga Ditangkap Polisi Bandara
Patung tersebut mendatangkan kunjungan wisatawan yang membuat ekonomi warga sekitar ikut bergerak. Mereka menjadi saksi bagaimana sebuah objek viral yang semula dianggap lelucon, berubah menjadi magnet ekonomi dan destinasi lokal baru.
Yang lebih menarik, patung tersebut ternyata tidak hanya menjadi objek wisata biasa. Seiring popularitasnya yang terus meningkat, patung ini bahkan menarik minat para kolektor seni dari luar daerah.
Kepala Desa Balongjeruk, Saffi, membenarkan bahwa beberapa kolektor dan seniman dari berbagai kota telah mengajukan penawaran pembelian dengan nilai yang tidak bisa dianggap kecil.
Patung tersebut mendatangkan kunjungan wisatawan yang membuat ekonomi warga sekitar ikut bergerak. Mereka menjadi saksi bagaimana sebuah objek viral yang semula dianggap lelucon, berubah menjadi magnet ekonomi dan destinasi lokal baru.
Yang lebih menarik, patung tersebut ternyata tidak hanya menjadi objek wisata biasa. Seiring popularitasnya yang terus meningkat, patung ini bahkan menarik minat para kolektor seni dari luar daerah.
Kepala Desa Balongjeruk, Saffi, membenarkan bahwa beberapa kolektor dan seniman dari berbagai kota telah mengajukan penawaran pembelian dengan nilai yang tidak bisa dianggap kecil.
Baca Juga: Pengendara Motor di Jember Diduga Nyaris Jadi Korban Begal di Kaliwates, Warga Diminta Hati-hati saat Keluar Malam
“Nilai penawarannya mencapai nominal ratusan juta rupiah. Ada dari Jogja, Bali, dan Mojokerto,” ungkap Saffi sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari akun @pembasmii.kehaluan.
Penawaran tersebut menunjukkan bahwa viralnya patung Macan Putih bukan sekadar fenomena sesaat.
Para kolektor tersebut tidak sekadar datang untuk melihat, namun juga melakukan pendekatan serius untuk membawa patung itu keluar dari desa.
Beberapa penawaran bahkan disebut berasal dari kolektor asal Bali, yang dikenal aktif dalam pasar seni kontemporer dan benda berkarakter unik.
Fakta ini menambah lapisan menarik dalam perjalanan patung tersebut, karena tidak banyak karya lokal yang mengalami peningkatan nilai secepat itu dalam waktu singkat.
Namun, semua tawaran menggiurkan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah desa dan warga.
Menurut Saffi, keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah desa yang mempertimbangkan nilai historis dan emosional yang kini melekat pada patung tersebut.
“Berdasarkan hasil musyawarah antara Pemerintah Desa Balongjeruk dan warga, mereka sepakat untuk tidak melepas patung tersebut,” tegasnya.
Keputusan kolektif ini menunjukkan bahwa patung Macan Putih kini bukan lagi sekadar objek seni, tetapi telah naik kelas menjadi simbol identitas ruang publik dan kebanggaan masyarakat setempat.***
“Nilai penawarannya mencapai nominal ratusan juta rupiah. Ada dari Jogja, Bali, dan Mojokerto,” ungkap Saffi sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari akun @pembasmii.kehaluan.
Penawaran tersebut menunjukkan bahwa viralnya patung Macan Putih bukan sekadar fenomena sesaat.
Para kolektor tersebut tidak sekadar datang untuk melihat, namun juga melakukan pendekatan serius untuk membawa patung itu keluar dari desa.
Beberapa penawaran bahkan disebut berasal dari kolektor asal Bali, yang dikenal aktif dalam pasar seni kontemporer dan benda berkarakter unik.
Fakta ini menambah lapisan menarik dalam perjalanan patung tersebut, karena tidak banyak karya lokal yang mengalami peningkatan nilai secepat itu dalam waktu singkat.
Namun, semua tawaran menggiurkan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah desa dan warga.
Menurut Saffi, keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah desa yang mempertimbangkan nilai historis dan emosional yang kini melekat pada patung tersebut.
“Berdasarkan hasil musyawarah antara Pemerintah Desa Balongjeruk dan warga, mereka sepakat untuk tidak melepas patung tersebut,” tegasnya.
Keputusan kolektif ini menunjukkan bahwa patung Macan Putih kini bukan lagi sekadar objek seni, tetapi telah naik kelas menjadi simbol identitas ruang publik dan kebanggaan masyarakat setempat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jembatan Penghubung Desa Reje Payung-Jamat Putus, Ratusan Warga Aceh Tengah Masih Terisolir
Gelombang Teror Influencer Pengkritik Bencana Sumatera, Mahfud MD Tegaskan Negara Wajib Beri Rasa Aman
Kasus Kuota Haji 2023-2024 Terus Bergulir, KPK Sinyalkan Informasi Baru soal Pencekalan Yaqut Cholil Qoumas
Prabowo Ingatkan Sejarah Kemerdekaan RI Berawal dari Petani, Swasembada Pangan Disebut Syarat Mutlak Negara Berdaulat
Mengaku Sakit saat Diperiksa, Penyidik Polda Metro Jaya Hentikan Pemeriksaan Richard Lee
Heboh Kabar Kementerian Kehutanan Digeledah Kejagung, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Konawe Utara