"Janji manis Gibran bikin 19 juta lapangan kerja, lha dia aja kerjaan dicariin bapaknya. Sempat janjiin perusahaan besar kaya Sritex bisa bangkit lagi, tapi akhirnya tumbang juga," imbuh netizen lainnya.
Tak berhenti di situ, beberapa netizen juga menyeret kembali polemik lama seputar aturan konstitusi yang sempat menjadi bahan perdebatan publik di masa Pemilu 2024.
Sejumlah warganet menyentil Tompi yang dianggap diam ketika kontroversi tersebut mencuat, namun vokal saat Gibran disindir.
"Konstitusi diacak-acak diem aja, eh pas idolanya di-roasting baru ribut. Coba pikirin juga nasib rakyat dok," sindir salah satu netizen.
"Sekelas dokter mendukung Gibran? Masih inget kan MK dan pelanggaran kode etiknya? Tapi sudahlah, yang penting cari aman ya dok," timpal warganet lainnya.
Dokter Tompi sendiri tak ambil pusing dengan komentar dan hujatan netizen. Dalam unggahan lainnya, ia menegaskan bahwa kedatangannya ke Istana Wapres sama sekali bukan untuk mencari jabatan, melainkan membahas penyaluran bantuan ke Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor.
"Saya kemarin ketemu Wapres bukan dalam rangka nyari posisi jabatan atau jilat-jilatan. Hanya meneruskan kegiatan rencana bantuan lanjutan ke Aceh, Sumut, Padang," ungkap Tompi.
Lebih lanjut, Tompi membeberkan beberapa poin yang dibahas dengan Wapres terkait soal progres dalam upaya mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Ia mengungkapkan bahwa audiensi tersebut murni untuk membahas langkah konkret membantu percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di Sumatera, mulai dari penyaluran bantuan, dukungan layanan kesehatan, hingga program sosial bagi masyarakat.
"Beberapa bahasannya meliputi timeline bantuan, progres berjalan yang sudah dikerjakan, usulan beberapa kegiatan untuk support Ramadhan dan menyambut lebaran di Sumatera," terangnya.
"Wapres juga menerima usulan kita mengenai bantuan medik lanjutan di wilayah terdampak bencana sekaligus usulan untuk bisa membantu warga ke depannya mencari nafkah, membangun perekonomian karena semua dimulai lagi dari nol," pungkasnya.
Unggahan tersebut menunjukkan bahwa Tompi ingin menegaskan bahwa fokusnya bertemu Wapres sebagai dukungan untuk kepentingan kemanusiaan.
Namun di sisi lain, reaksi warganet menunjukkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan Gibran masih menjadi topik sensitif dan kerap memicu diskusi panas di ruang publik.***
Artikel Terkait
Lapor Mas Wapres! Gibran Resmi Buka Kanal Pengaduan Masyarakat via Istana dan WhatsApp, Warganet Ungkit Soal Fufufafa hingga Singgung Aksi Kamisan
Viral Kasus Malpraktek di Klinik Kecantikan, Ini Saran Dokter Tompi bagi yang Ingin Jalani Prosedur Estetik
Tompi Bongkar Alasan Keluar dari WAMI, Soroti Polemik Royalti dan Proses Hitung yang Dipertanyakan
Sempat Hampir Maju sebagai Caleg, Tompi Beberkan Alasan Kenapa Akhirnya Batal: Takut Tergoda…
Wakil Presiden Gibran Jawab Tudingan Ijazah Palsu Roy Suryo Dkk: Pernak-pernik Demokrasi
Dokter Tompi Tak Terima Pandji Pragiwaksono Singgung Fisik Wajah Gibran Rakabuming Raka Dalam Segmen Stand Up Komedinya