Kamis, 4 Juni 2026

Fakta Menarik Bulan Purnama Pertama di Tahun 2026, Kenapa Disebut Wolf Moon?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 21:45 WIB
Ilustrasi Wolf Moon, kemunculan bulan purnama pertama di tahun 2026 yang terlihat lebih besar dari biasanya (Pixabay/Mohammed Hassan)
Ilustrasi Wolf Moon, kemunculan bulan purnama pertama di tahun 2026 yang terlihat lebih besar dari biasanya (Pixabay/Mohammed Hassan)

SketsaNusantara.id - Fenomena antariksa memang selalu menarik untuk disimak. Awal tahun ini, langit Indonesia disuguhi pemandangan indah bulan purnama pertama yang diberi nama Wolf Moon.

Masyarakat di berbagai belahan dunia dapat menyaksikan bulan purnama yang muncul di hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Pada momen tersebut, Bulan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari sehingga tampak bulat sempurna dan memancarkan cahaya sangat terang saat dipandang dari Bumi.

Baca Juga: Apa itu Wolf Moon? Inilah Fenomena Alam Memukau yang Muncul Pada 3 Januari 2026

Selain itu, posisinya yang berada dekat dengan perigee atau jarak terdekat Bulan dengan Bumi, membuat fenomena ini dikenal sebagai supermoon karena tampilan Bulan terlihat lebih besar dari biasanya.

Lantas, kenapa Bulan purnama di awal tahun 2026 ini disebut Wolf Moon?

Nama Wolf Moon ternyata memiliki sejarah panjang. Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Science Alert dan berbagai sumber astronomi internasional, istilah ini diadopsi dari tradisi penduduk asli Amerika dan literatur kuno Eropa.

Penamaan Wolf Moon diambil mengingat bulan purnama muncul pada bulan Januari, saat beberapa negara berada di tengah musim dingin yang keras.

Pada masa itu, serigala sering terdengar melolong di malam hari karena lapar dan berburu di tengah salju.

Dari situlah muncul sebutan Wolf Moon, karena bulan purnama di bulan Januari kerap dikaitkan dengan lolongan serigala di tengah musim dingin.

Baca Juga: Apa itu Worm Blood Moon? Intip 5 Fakta Menarik Fenomena Langka Bulan Darah yang Bisa Dilihat di Indonesia saat Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025

Bulan purnama yang muncul di bulan Januari, saat musim dingin mencapai puncaknya, sering kali diiringi oleh lolongan serigala yang mencari makan di tengah salju. Istilah astronomi ini kini digunakan secara global untuk menandai purnama pertama di awal tahun.

Menariknya, fenomena Wolf Moon tahun ini makin spesial karena dikategorikan sebagai Supermoon.

Selain mencapai fase purnama, Bulan berada pada jarak yang lebih dekat dengan Bumi sehingga terlihat lebih besar dibanding biasanya. Hal ini membuat penampilannya tampak lebih besar dan lebih terang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Science Alert

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X